Warga Palembang Antusias terhadap Tiga Kartu Sakti Jokowi

Warga Palembang Antusias terhadap Tiga Kartu Sakti Jokowi

557 Views

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo kembali memamerkan program tiga kartu sakti di Palembang, Sumatera Selatan. Ketiga kartu itu yakni, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Prakerja dan Kartu Smebako Murah.

Adapun KIP, kata Jokowi bisa digunakan para pelajar untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

“Ini agar mereka bisa teruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk bantu anak-anak kita karena bisa dipakai di luar negeri,” jelasnya sembari memamerkan prototipe kartu tersebut di acara deklarasi bertajuk Senam Srikandi Bersama Jokowi di Kompleks GOR Jakabaring, Sabtu (9/3)

Kemudian, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memamerkan Kartu Prakerja yang ditujukan untuk para pengangguran, mulai dari lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi agar bisa mendapatkan penambahan keterampilan untuk mencari pekerjaan baru. Selain itu, kartu ini juga bisa digunakan bagi pengangguran yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Ini penting untuk anak-anak kita yang belum bekerja. Bisa segera borong ini kalau belum bekerja,” ujarnya.

Terakhir Kartu Sembako Murah. Jokowi mengatakan kartu tersebut bisa digunakan untuk membeli sembako, seperti beras, gula, minyak, dan lainnya.

“Ini biasanya ibu-ibu paling senang kalau ada kartu seperti ini. Ini program yang akan datang. Setuju tidak?” kata Jokowi yang disambut teriakan “Setuju,” dari massa yang didominasi kalangan ibu-ibu.

Tak lupa pada kesempatan itu, Jokowi meminta dukungan dari masyarakat yang hadir agar memberikan kampanye dari pintu ke pintu, agar ia bisa menang di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Saya titip kepada ibu-ibu karena 17 April sudah dekat, bantu kami door to door, bantu agar isu hoaks bisa diberantas,” harapnya.

Jokowi juga mengingatkan kepada masyarakat terkait maraknya fitnah dan berita bohong alias hoaks yang selama ini kerap menimpa dirinya. Jokowi menegaskan bahwa fitnah jika kelak dirinya terpilih kembai menjadi Presiden RI maka tidak akan ada suara adzan dan melegalikan pernikahan sejenis adalah tidak benar.

“Itu tidak akan mungkin karena Indonesia negara Muslim. Jangan percaya fitnah itu,” katanya.