Untuk Menutupi Kelemahan Prabowo, Jokowi Diserang dengan Isu Ini



Sejak hadir dikancah Pilpres 2014 lalu, serangn terhadap Joko Widodo seolah tak pernah sirna. Bertahun-tahun Jokowi diserang isu Islam pencitraan, Islam KTP. Bahkan dirinya difitnah orang tuanya tidak jelas, keturunan PKI, komunis.

Kubu Prabowo yang selama ini menyerang Jokowi dengan isu komunis atau antek asing, sejatinya sedang menutupi borok atau keburukannya sendiri. Karena kemudian kita ketahui bersama bahwa dirinya sendiri yang antek asing dan menggunakan propaganda Rusia (komunis). Semua hoaks dan fitnah terhadap Jokowi adalah fakta bagi Prabowo.

Setelah mendengar pernyataan Jokowi terkait konsultan Asing, Cawapres Sandiaga Uno tiba-tiba terbang ke Rusia. Hal ini sedikit mengingatkan kita atas penryataan Allan Nairn pada 2014 lalu, yang menyebut bahwa setiap minggu Prabowo selalu melapor ke DIA (Defense Intelligence Agency) milik Amerika.

Prabowo juga mengaku sebagai “American fair-haired boy” atau anak kesayangan Amerika yang memiliki akses dan hubungan baik dengan intel, tentara dan perusahaan besar di sana.

Semua cerita ini saling terkait dan merupakan satu kesatuan. Bahwa Prabowo sejatinya adalah boneka Amerika, antek asing. Maka saat Trump berhasil menang dengan cara-cara hoax dan propaganda Rusia, Wowo juga diarahkan menggunakan trik yang sama untuk memimpin Indonesia.

Sehingga lengkaplah semua puzzle fitnah dan hoax yang selama bertahun-tahun diarahkan kepada Jokowi. YAng artinya mengeaskan bahwa semua materi hoax tersebut merupakan titik lemah lawannya. Semua hoax dan fitnah terhadap Jokowi adalah fakta bagi Wowo.

Memenagkan Jokowi-Ma’ruf bukan sekedar soal kemajuan dan pembangunan, bukan pula sekedar keadilan sosial dan keutuhan NKRI. Ini tentang martabat bangsa Indonesia. Ini tentang kedaulatan yang harus kita perjuangkan dan kita jaga.

Untuk alasan apapun, kita ingin Indonesia dipimpin oleh Jokowi, Presiden yang lahir dari rahim rakyat dan pribumi, muslim taat, serta bukan antek dan boneka Amerika.