Tren IHSG Postif Pada Pemilu 2019



456 Views

Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai stabilitas makro ekonomi tetap terjaga sepanjang Pemilu 2019.

Bhima menyebut, pemilu kali tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab siapapun yang menang baik itu pasangan 01 atau 02, pasar sudah mengantisipasi jauh-jauh hari.

Menurut dia, pelaku pasar lebih berfokus pada stabilitas keamanan dan saat ini masih terbilang kondusif.

“Di beberapa tempat cukup kondusif, yang kita beritakan cukup rawan sejauh ini berjalan cukup lancar, mungkin ada beberapa TPS yang surat suara belum sampai atau habis, menurut saya itu minor tidak berdampak signifikan,” katanya di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Selain itu, lanjut Bhima menuturkan kepercayaan pelaku pasar cukup bagus, salah satunya tren IHSG positif naik, meskipun investor asing cenderung menahan beli bersih (net buy) selama pemilu, namun itupun dinilai tidak berlangsung lama.

Ia menambahkan, kepercayaan asing juga didorong bahwa Indonesia masih menjadi pasar yang prospektif dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% di tengah guncangan perekonomian global.

Sementara itu, dari sisi nilai tukar rupiah, memang masih tertekan karena ekspor secara tahunan (year on year) 2019 turun 10,01 persen dibandingkan Maret 2018.

“Laporan neraca perdagangan surplus, tapi surplusnya semu karena ekspor secara year on year bisa berpengaruh terhadap valas di luar, tapi arus modal masuk yang saya kira masih cukup positif,” katanya.

Pergerakan nilai tukar rupiah menurut dia tidak akan anjlok, yakni antara di level Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar AS. Namun, selama stabilitas keamanan terjaga, aktivitas pasar saham terutama investor asing akan tetap bergerak positif.