Tolak Tranparansi, Kebusukan Kubu Prabowo Terdeteksi



508 Views

Kubu Prabowo menolak transparansi dengan tidak mau membuka data yang digunakan sebagai dasar klaim kemenangan. Bahkan terkait tempat penghitungan pun hingga saat ini belum dijelaskan kepada publik. Mereka berdalih semuanya dirahasiakan demi keamanan.

Padahal tranparansi merupakan persyaratan utama menuju demokrasi yang baik. Sebab, tanpa transparansi, demokrasi yang berkualitas hanya hayalan semata.

Media sendiri sebagai salah satu pengawal transparansi dalam era serba terbuka seperti saat ini. Media menyebarkan banyak informasi yang bisa diterima oleh masyarakat. Selain itu, perkembangan media sosial membuat masyarakat pun bisa berbagi informasi sekaligus mengawasi sebuah informasi itu sendiri

Hal ini berbanding terbalik, ketika Prabowo saat di acara hari buruh internasional menuduh media sebagai perusak demokrasi.

Prabowo mungkin merupakan orang zaman dulu yang gak mau upgrade untuk menjadi lebih baik, karena zaman ini gak akan bisa melakukan hal-hal seperti di zaman Soeharto. Media gak akan gampang disetir dan dibungkam, karena masyarakat pun sudah bebas bersuara di media sosial. Jika ada media yang nyleneh, maka rakyat akan bersuara di media sosial.

Prabowo dan timnya saat ini seperti takut akan bayang-bayang sebuah transparasi.

Permintaan kubu Prabowo untuk menghentikan situng KPU adalah sebuah hal yang tak berdasar. Padahal Situng KPU dibuat sebagai bentuk transparansi dari KPU.

Pentingnya transparansi dalam demokrasi, membuat kita mempertanyakan kemarahan seorang Prabowo kepada media dan keanehan timnya yang serba tertutup serta banyak alasan.

Jika TKN Jokowi-Ma’ruf Amin berani mengundang kubu Prabowo untuk hadir di tempat TKN melakukan real count intern, berbeda dengan kubu Prabowo jangankan mengundang TKN, tempat real count dilakukan pun gak jelas dimana tempatnya. Mereka berdalih semuanya dirahasiakan demi keamanan.

Hal itu menunjukkan kubu Prabowo tidak berani untuk transparan. Atau mungkin mereka Cuma asal klaim saja.

Bahkan, update rekapitulasi terkini dari pihak penyelenggara KPU pun diminta untuk di stop oleh kubu Prabowo.

“Situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara) ini sebagai bentuk kita transparansi. Supaya masyarakat juga mendapatkan informasi data yang cepat hasil penghitungan suara di TPS,” ujar Komisinoner KPU, Evi Novida Ginting, di Jurang Mangun Timur, Tangerang Selatan, Jumat (3/5/2019).