Tokoh Agama Kabupaten Mojokerto Tolak People Power, Ini Alasannya



502 Views

Belakangan ini seruan People Power makin gencar disuarakan oleh pihak yang tak bisa menerima kekalahan dalam Pemilu 2019. Hal ini mengundang perhatian seriun para tokoh agama di Kabupaten Mojokerto.

Mereka merespons wacana people power yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan sama halnya dengan mengadu domba sesama bangsa Indonesia.

Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nur Rokhmad menegaskan seluruh tokoh agama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, hingga Konghucu menolak agenda People Power.

“Atas nama FKUB Kabupaten Mojokerto kami dukung institusi yang telah dikukuhkan pemerintah, dalam hal ini KPU. Kami menolak people power. Kita harus menerima apa yang menjadi keputusan KPU karena KPU produk pemerintah yang sah,” ungkap Rokhmad dilansir dari detikcom, Senin (13/5/2019).

Menurut para Tokoh Agama, jika agenda people power digelar, maka bakal berdampak serius terhadap persatuan bangsa Indonesia. Selain itu, akan menimbulkan mosi tidak percaya terhadap aparatur pemerintah di tanah air.

Tak hanya itu kemungkinan gesekan antar teman sendiri bisa saja terjadi.

Selain FKUB, penolakan people power juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia, serta Pengurus Cabang NU Kabupaten Mojokerto.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau warga Kabupaten Mojokerto agar tak ikut maupun mendukung agenda tersebut. Karena hal itu merupakan luapan emosi sesaat pihak-pihak yang tak siap menerima kekalahan.

“Kami sangat berharap kondusifitas NKRI. Tidak sampai terjadi perang saudara. Negeri ini harus aman dan damai,” ujarnya.