Tipu Puluhan Milyar, Oknum PKS Ngaku Perantara KPK



Jakarta – Kasus oknum partai PKS setelah Luthfi Hasan dengan sapi dan asmara kini kader-kader lainnya yang sibuk mengejar kemewahan dunia mulai terkuak satu-satu, selain rakus tidak tahu malu tanpa memikirkan nasib rakyat kecil.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng melaporkan adanya permintaan uang sebesar Rp 3 miliar oleh Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, M, Kurniawan.

Saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/4), Aseng mengaku dimintai uang oleh Kurniawan untuk mengamankan dirinya dari jeratan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

“Kalau memang ada dugaan seperti itu (permintaan uang) seharusnya langsung dilaporkan saja ke KPK,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Selasa (19/4).

Yuyuk menyatakan, pemberian uang dari Aseng kepada Kurniawan berbeda dengan kasus dugaan suap proyek Kempupera. Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti jika Aseng melaporkan adanya permintaan uang tersebut.

“Kita akan tindaklanjuti laporannya,” tegasnya.

Yuyuk mengungkapkan, bukan sekali ini saja ada oknum yang mengaku bisa mengamankan kasus yang ditangani KPK. Namun, hingga saat ini, klaim tersebut tak pernah terbukti.

“Bukan sekali ini saja ada yang mengaku-mengaku bisa mengamankan kasus di KPK dan sampai saat ini belum ada yang terbukti,” ungkapnya.

  1. Kurniawan mengaku-mengaku bisa mengamankan kasus di KPK, sementara hingga saat ini belum ada pihak yang berhasil melakukan hal tersebut, dasar penipu. Selain itu, pejabat pemerintah dari Fraksi PKS yang katanya menjadi wakil rakyat justru tidak tahu malu dan bersikap rakus terhadap uang demi memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat kecil.

Sebelumnya, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Aseng yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Abdul Khoir  mengaku dimintai uang sebesar Rp3 miliar oleh Kurniawan.

Aseng mengungkapkan, dengan uang itu, Kurniawan berjanji Aseng tidak akan dijerat KPK dalam kasus dugaan suap terkait proyek Kempupera.

Meski demikian, setelah uang diberikan, Aseng mengaku tak tahu menahu apakah Kurniawan menepati janjinya untuk memberikan uang tersebut kepada oknum di KPK. Aseng menyerahkan persoalan tersebut kepada Kurniawan.

“Tidak tahu (apakah uangnya diberikan ke KPK),” katanya.

Yudi Widiana Adia menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pihaknya diduga menerima suap dari sejumlah proyek Pemenpupera, serta proyek lain di Maluku dan Kalimantan, dengan jumlah kekayaan hasil kejahatan senilai total Rp 20 miliar yang disamarkan dalam bentuk harta bergerak maupun tidak bergerak.

Tak hanya uang sebesar Rp 3 miliar, Aseng juga menyerahkan uang sebesar Rp2,5 miliar kepada Kurniawan untuk diberikan kepada Wakil Ketua Komisi V DPR yang juga dari Fraksi PKS, Yudi Widiana. Uang ini diberikan Aseng sebagai fee proyek pembangunan jalan di Pulau Seram, Maluku.

Diketahui, dalam surat dakwaannya, Abdul Khoir bersama Aseng dan pengusaha bernama Hong Arta John Alfred didakwa secara bersama-sama menyuap Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary.

Selain itu, suap juga diberikan kepada beberapa Anggota Komisi V DPR terkait proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara di bawah Kempupera