Tidak Siap Kalah Prabowo Tuduh Semua Pihak Bohong Dan Curang

Tidak Siap Kalah Prabowo Tuduh Semua Pihak Bohong Dan Curang

2,956 Views

Hasil quick count yang secara keseluruhan memenangkan paslon #01 Jokowi-Ma’ruf Amin membuat Prabowo Subianto semakin kalap dan brutal. Isu-isu dan segala hoax tentang kecurangan pemilu yang telah disebarkan oleh kubunya sebelum pencoblosan semakin dipanaskan dengan tuduhan yang jelas dan nyata kepada seluruh penyelenggara pemilu.

Bahkan secara nyata Prabowo telah melakukan gerakan inkonstitusional dengan melantik dirinya sendiri sebagai presiden RI jauh mendahului keputusan resmi KPU yang baru akan dilakukan paling lambat 22 Mei 2019 mendatang.

Bahkan secara keji Prabowo menyebut bahwa pihaknya telah memiliki bukti bahwa telah terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan Pilpres 2019. Sehingga menjadi alasan dirinya melakukan klaim kemenangan dini.

“Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat karena kami punya bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi di berbagai desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo saat menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Namun provokasi Prabowo tersebut tidak mendapat sambutan hangat dari koalisinya dan bahkan dari pendampingnya sendiri cawapres Sandiaga Uno. Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan instruksi pada para kader untuk tidak ikut melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan konstitusi. Itu diterbitkan usai Prabowo-Sandi mendeklarasikan kemenangan, Kamis (18/4).

SBY juga menganggap situasi politik Indonesia tengah menegangkan dan berpotensi membahayakan keamanan dalam negeri. Ia pun meminta para kader memantau perkembangan politik dalam negeri dari dekat, secara terus-menerus.

Selain itu berbeda dengan Prabowo yang berapi-api, Sandi memilih berdiri ‘manut’ di belakang Prabowo seraya pasangannya itu membacakan pidato kemenangan. Tak hanya itu, raut wajah Sandi mencerminkan kemuraman sepanjang Prabowo membacakan deklarasi kemenangan mereka.

Menurut pakar semiotika politik, Silvanus Alvin, gesture itu menunjukkan bahwa Sandi tidak nyaman menjadi pusat perhatian dalam momen besar tersebut yang penuh kebohongan tersebut.

Ia mengatakan Sandi bisa saja tidak sepakat dengan langkah dan narasi politik yang dibuat Prabowo sehingga dia memperlihatkannya secara tidak langsung dengan cara nonverbal.

“Komunikasi politik ada dua yakni verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal itu 30 persen, sementara nonverbal 70 persen, jadi orang lebih bisa menangkap dengan cepat komunikasi nonverbal tanpa harus ada penjelasan,” kata Silvanus Jumat (19/4).

Gerakan dan provokasi pemilu curang jelas dan terbukti sudah lama dilakukan kubu Prabowo-Sandi dan ketika akhirnya rakyat Indonesia mayoritas memilih dan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin kini dirinya semakin kalap dan brutal menuduh semua pihak mencurangi dirinya tanpa ada usaha konstitusi yang legal dan sah.

Alih-alih mendeklarasikan kemenangan sebelum rekapitulasi suara resmi keluar, Prabowo-Sandi seharusnya mengeluarkan narasi politik yang mengarah kepada persatuan bangsa. Prabowo sang penculik, pembangkang militer tidak akan pernah rela melihat NKRI tegak selama nafsu kekuasaannya belum terpenuhi.