Tidak Memenuhi Ketentuan, ESDM Cabut Dua Izin Perusahaan Tambang

Tidak Memenuhi Ketentuan, ESDM Cabut Dua Izin Perusahaan Tambang

Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus bersikap tegas terhadap pelanggaran aturan izin pertambangan.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menegaskan, telah mencabut izin ekspor dua perusahaan yaitu PT Lopindo dan PT Surya Saga Utama.

ESDM mencabut izin ekspor mineral olahan bauksit dan nikel, karena tidak memenuhi ketentuan target pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) dan habisnya izin ekspor.

“Dua perusahaan masih dicabut izin ekspornya,” jelas Agung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Agung menjelaskan, dua perusahaan tersebut dicabut izin ekspor konsetratnya karena batas waktu izin ekspornya sudah habis, selain itu tidak memiliki perkembangan pembangunan smelter dengan porsi 90 persen per 6 bulan.

“Dua lagi karena masa berlaku ekspor berakhir dia tidak bisa ekspor,” ujarnya.

Agung menerangkan, dua perusahaan tersebut bisa mengekspor konsentrat kembali, jika mendapat perpanjangan izin ekspor dengan syarat memenuhi kemajuan pembangunan smelter.

“Dia bisa mengajukan kembali izin ekspor, artinya proses pembangunan smelter sudah dipenuhi,” ucapnya.

Pencabutan izin ekspor dua perusahaan tambang tersebut menunjukkan Pemerintah tegas terhadap pelanggaran aturan di bidang pertambangan.

Pemerintah akan terus menegakkan regulasi untuk menjamin pengelolaan tambang berjalan sesuai aturan.