Terbongkar! Jejak Digital dan Isi Transkrip Video Makar Eks Kapolda Sofjan Jacob



331 Views

Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen (Purn) M Sofyan Jacob, sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.

Penetapan status tersangka eks Kapolda era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ini dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

“Sudah tersangka. Kasusnya pelimpahan dari Bareskrim Polri,” ungkap Argo saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Tindakan makar Soyan Jacob teridentifikasi dalam transkrip video yang mempersilahkan rakyat masuk ke istana untuk melakukan people power demi mengemukakan pendapat dan memprovokasi bahwa Pemilu curang.
Sofyan Jacob mengaku sebagai pendukung Prabowo siap tampil bersama masyarakat dan mengajak rakyat untuk berdemo.

Sementara itu, selama perhelatan pemilihan presiden 2019 Sofjan juga dikenal cukup aktif ikut berkampanye mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang didukungnya.

Sofjan bahkan sempat menghadiri kampanye akbar calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi di beberapa wilayah, seperti di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada akhir Maret lalu.

“Prabowo Presiden, Sandiaga Uno Wakil Presiden, terima kasih saudara-saudaraku Sidoarjo, Jawa Timur. Saya purnawirawan Polri, saya mendukung Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden,” ucap Sofjan di atas panggung kampanye.

Sofjan bersama sejumlah purnawirawan Polri dan TNI lainnya juga pernah terlihat beberapa kali ikut serta dalam rapat internal tim sukses Prabowo-Sandi yang digelar di Kartanegara 4, termasuk dalam rapat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pada 22 Mei lalu.

Dalam kasus makar Sofjan pun bahkan tak bisa mengelak setelah isi transkrip videonya menjadi bukti makar.

Setelah namanya menjadi sorotan publik, jejak digital Sofjan Jacob pun perlahan diungkap siapa sebanarnya Sofjan itu.

Pria kelahiran Tanjungkarang, Lampung, ini lulus dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian pada 1970.

Sofjan mengawali kariernya sebagai Polisi Perairan dan Udara. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Tapanuli Selatan, Kapolres Asahan, Kapolres Simalungu, Kapolres Deli Serdang, hingga Kapolres Kota Medan.

Sofjan juga diketahui pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan. Puncak karier Sofjan berlangsung pada 2001, ketika ia diangkat sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Inspektur Jenderal Mulyono Sulaeman pada 8 Mei.

Namun, jabatan itu tak berlangsung lama. Ia berhenti sebagai Kapolda Metro Jaya pada 18 Desember di tahun yang sama.

Berita tak sedap sempat menghantui Sofjan selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Dia pernah diduga melakukan insubordinasi atau pemberontakan terhadap perintah atasan.

Jauh setelah pensiun, Sofjan juga tersandung kasus penodongan senjata pada Agustus 2011 lalu. Kasusnya bermula ketika sekuriti perumahan Taman Resort Mediterania, Jakarta Utara, melaporkan Sofjan ke Polda Metro Jaya karena dituduh mengancam petugas satpam dan mengumbar 4 tembakan yang disaksikan warga dan sebagai barang bukti, warga menyimpan 3 selongsong peluru kaliber 7,65 mm dari pistol Sofyan.

Namun, hingga kini kasus itu tak kunjung diproses oleh Polda Metro Jaya hingga Polri meski telah didesak sejumlah pihak, termasuk kelompok pemantau Indonesian Police Watch (IPW).