Terbongkar, Hoaks Server KPU Diseting Menangkan 01 Sudah Direncanakan 02



353 Views

Belum lama ini masyarakat luas dan netizen diramaikan dengan berita server Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah diseting atau direkayasa untuk memenangkan pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Beberapa hari informasi hoaks itu terus jadi perbincangan dan menghiasi jagad maya. Namun, siapa sangka kini siasat licik itu terbongkar.

Eks Bupati Serang, Banten, Ahmad Taufik Nuriman, mengatakan berita palsu itu dibahas di kediamannya oleh para relawan pemenangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bupati Serang periode 2005-2015 ini menjadi Ketua Pemenangan Prabowo-Sandi di Banten. Dia membenarkan rumahnya di Ciracas, Kota Serang, dijadikan tempat rapat relawan dan tim pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu yang antara lain membahas soal dugaan ser­ver KPU telah di-setting untuk memenangkan Jokowi-Amin.
“Waktunya sih saya lupa, se­minggu atau dua minggu lalu,” ungkapnya.

Taufik juga membantah mengundang relawan Prabowo-Sandi ke rumahnya. Saat itu kata dia, kebetulan ada agenda di Banten dan bertemu di rumahnya. Rumahnya kata dia cukup besar untuk rapat dan bisa menampung 30 orang lebih.

Sebelumnya, hoaks soal server KPU di Singapura yang telah diatur untuk kemenangan Jokowi-Amin beredar di media sosial. Akun Facebook atas nama Rahmi Zainuddin Ilyas, misalnya, meng­unggah video berjudul ‘Wow server KPU ternyata sudah di-setting 01 menang 57%, tetapi jebol atas kebesaran Allah meskipun sudah dipasang 3 lapis’.

Terkait fitnahan tersebut, KPU melaporkan tiga akun media sosial yang menyebarkan video hoaks itu ke Bareskrim Polri, Kamis (4/4). Ketua KPU Arief Budiman memastikan materi atau substansi yang disampaikan dalam video itu tidak benar. Ditegaskannya, KPU tidak memiliki server di luar negeri.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan kemarin ada tiga akun yang segera diaudit sebagai tindak lanjut atas laporan KPU.

“Nanti ditemukan konstruksi hukumnya. Kita memiliki laboratorium digital.”

Dari laboratorium digital, lanjut Dedi, akan diketahui keaslian foto, video, termasuk narasi-narasi yang dibangun atau diviralkan. Polisi juga bakal mendalami kreator dan buzzer video itu.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Arya Sinulingga, mengatakan penyebaran hoaks soal server KPU menunjukkan oposisi tidak memahami proses pemilu.

“Pertama, tidak ada server KPU di luar negeri. Kedua, pihak 02 ini apa gak tau, pemilu kita itu manual bukan e-vote. Jika memang menginginkan kemenangan, yang perlu dilakukan ialah kerja keras bukan kerja keras membuat hoaks,” tegas Arya.