Terbongkar Bohir Anies dari Marunda



1,002 Views

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa reklamasi adalah pantai, bukan pulau.

“Dari reklamasi saja, disebutnya pulau reklamasi. Tidak ada pulau. Yang disebut pulau itu adalah daratan yang terbentuk proses alami. Kalau daratan yang dibuat manusia itu namanya pantai, bukan pulau,” kata Anies di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2019).

Anies mengambil contoh Pantai Indah Kapuk, dia menyebutnya sebagai wilayah reklamasi. Begitu pula kawasan Mutiara dan Ancol disebut pantai.

“Coba kita telanjur menyebutnya pulau, ini hal sederhana kan. Kalau kita tidak punya pemahaman yang benar, nanti terjebak jebak tuh di doorstop, diskusi,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa kawasan reklamasi di utara Jakarta itu merupakan bagian dari Pulau Jawa. Anies

“Jadi kalau ditanya, kawasan ini sebenarnya bagian dari pulau apa? Kawasan C, D, itu bagian dari pulau apa? Pulau Jawa. Kita harus yakin menjawab itu adalah bagian dari Pulau Jawa. Bahwa kita jaga wilayah ini menjadi bagian wilayah Indonesia yang kedaulatannya kita jaga, tidak kita serahkan kepada siapa-siapa,” ungkap Anies.

Namun usut punya usut ternyata ada pengembang di kawasan Marunda yang rela mengucurkan duit Rp 100 M untuk menjegal Ahok di utara Jakarta saat Pilkada. Sebagai balas jasa, Wan Abud sampai rela pasang badan untuk reklamasi di Marunda.

Ini pun ramain di media sosial. Kultwit El Diablo yang membongkar kelicikan wan abud beserta bohirnya dari Marunda.

“Banyak juga yang RT yah. Emang minat nih ayyy bahas hubungan antara Kawasan Berikat Nusantara Marunda dengan Wan Abud plus betina penggongong model elisa harus dikasih tahu. Biar matanya gak buta. #KBNMarundaBohirWanAbud”

Inilah kelicikan Wan Abud dan bohirnya dari Marunda. Bohir tersebut sangat membenci Ahok karena mempermasalahkan izin pembangunan di Marunda, sehingga mereka memilih menjadi donatur Anies untuk menjegal Ahok.

Proyek Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Marunda telah dinyatakan bermasalah karena menimbulkan dampak lingkungan yang paling parah oleh Ahok. Akibatnya, Dirut KBN, Satar Taba mendendam ke Ahok hingga rela menggelontorkan hampir saratus miliyar untuk menyingkirkan Ahok.

Ahok juga mempertanyakan pendemo-pendemo yang saat itu mengatasnamakan kaum nelayan. “Kayaknya bukan (nelayan) deh,” kata Ahok.

Soal reklamasi KBN itu, Pemprov DKI dinyatakan Ahok sudah berusaha memperingatkan agar pembangunan tak melanggar aturan. Namun teguran demi teguran tak diindahkan pihak pengembang. Jadilah kawasan reklamasi itu terbangun melanggar aturan.

“Bandel, diperingati juga bandel. Kita juga enggak mungkin menahan-nahan pemerintah (yang punya proyek) kan?” kata Ahok.

Ini bakalan jadi ATM berjalan. Ini duit ratusan trilyun bahkan ribuan trilyun. KBN Marunda cuma “upil”. Makanya pas dicolek Ahok. Bakalan ada BALASAN KEJAM dari Satar Taba.

Pilkada Jakarta 2017. Ahok kalah di Jakarta Utara. Karena andil “Orang Selatan” Satar Taba gelontorin hampir seratus milyar Buat Wan Abud. Dendam Satar Taba ke Ahok udah puncaknya. Ahok harus disingkirin.

Ahok sudah kalah. Kemenangan Satar Taba. KBN Marunda terus berjalan. Masih inget Wan Abud bilang “TIDAK ADA PULAU REKLAMASI… YANG ADA HANYA GARIS PANTAI” Ini adalah sebuah clue.

Wan Abud ada “MISI RAHASIA” dipenyebutan Pantai. Judulnya “Anies Tegaskan Reklamasi sebagai ‘Pantai’ Bukan ‘Pulau’, Ini Alasannya”