Tepis Pernyataan Prabowo, Kemenperin: Industri Manufaktur Jadi Sektor Andalan dalam Penerimaan Negara



307 Views

Kementerian Perindustrian membantah terjadi deindustrialisasi di Indonesia. Saat ini industri manufaktur Indonesia masih menjadi penopang perekonomian, lantaran kontribusinya dinilai masih cukup besar.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar bahwa Ggejala deindustrialisasi itu ketika kontribusi industri terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sangat rendah, artinya menurun drastis. Tetapi sekarang kata dia hal itu masih cukup tinggi. Apalagi industrinya semakin tumbuh dan investasi terus jalan.

Berdasarkan catatan Kemenperin, kontribusi industri manufaktur pada PDB nasional masih berada di angka 20%. Kondisi ini menjadikan Indonesia berada di peringkat kelima di antara negara G-20, yakni setelah China (29,3%), Korea Selatan (27,6%), Jepang (21%) dan Jerman (20,7%).

“Padahal, rata-rata kontribusi sektor manufaktur dunia saat ini hanya sebesar 17%,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, industri manufaktur menjadi sektor andalan dalam penerimaan negara. Ia pun mengaku saat ini Kemenperin masih terus mendorong pendalaman struktur industri di dalam negeri melalui peningkatan investasi, yang juga bertujuan untuk menyubstitusi produk impor.

Investasi di sektor industri manufaktur pun, sebut Haris, pada tahun 2018 telah naik menjadi Rp226,18 triliun. Dari sebelumnya berjumlah Rp195,74 triliun pada tahun 2014. Menurutnya, capaian itu turut menjadi bukti bahwa iklim investasi di Indonesia terbilang kondusif dan masih berpihak pada sektor industri.

Penanaman modal tersebut, menurut Haris telah membawa efek berantai bagi pertumbuhan sektor industri baik skala besar dan sedang maupun skala kecil. Di mana pada periode tahun 2014-2017, populasi industri besar dan sedang mengalami pertumbuhan sebanyak 5.898 unit usaha. Dari 25.094 unit usaha pada tahun 2014 menjadi 30.992 unit pada tahun 2017.

Pertumbuhan juga dialami industri kecil yang pada tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha menjadi 4,49 juta unit usaha di tahun 2017. Atau tumbuh 970 ribu industri kecil selama empat tahun tersebut.

Sementara dalam penyerapan tenaga kerja, sektor industri diklaim telah menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4% dibanding tahun 2015 yang serapannya sebanyak 15,54 juta orang.

“Selain itu, industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional hingga 73%,” jelas dia.

Sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dalam debat kelima Capres Cawapres 2019 menyebut terjadinya deindustrialisasi di Indonesia. Bahkan disebutkan tak lagi memproduksi apa-apa sementara terus menerima barang produksi negara lain.

Namun begitu, pernyataan Prabowo tentang deindustralisasi RI ternyata tidak sesuai dengan data capaian Pemerintah.