Tak Pernah Jadi Rakyat Biasa, TKN Sindir Gaya Prabowo Menaiki Alphard

Tak Pernah Jadi Rakyat Biasa, TKN Sindir Gaya Prabowo Menaiki Alphard

485 Views

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago menyindir capres 02, Prabowo Subianto dengan gayanya yang menaiki mobil mewah Alphard. Hal itu menurut Irma bukti Prabowo sulit menjadi rakyat biasa.

Dia lantas membandingkan gaya Prabowo yang berbeda dengan Jokowi karena bersedia berdesak-desakan naik Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter line.

“Prabowo autentik pakai Alphard karena tidak pernah jadi rakyat biasa. Jadi, memang enggak mungkin mau naik kereta seperti Jokowi yang memang berasal dari rakyat jelata,” ungkapnya seperti dilansir dari VIVA, Minggu (9/3/21019).

Irma menilai, strategi apapun yang dipakai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk memoles Prabowo tetap akan sulit. Sebab lanjut dia mengatakan, Prabowo tak pernah merasakan menjadi rakyat.

“Mau dipoles seperti apapun Praowo enggak akan pernah mampu berada di tengah rakyat dan merasakan bagaimana menjadi rakyat,” ucapnya.

Ia pun menyinggung kubu Prabowo yang selama ini kerap menuding Jokowi pencitraan. Menurutnya, hal itu adalah sebuah keputusasaan BPN. Sementara, Jokowi dengan hampir satu periode pemerintahannya sudah mampu memahami karakter rakyatnya.

“Kasihan BPN sudah berusaha sekuat tenaga untuk memoles tetap saja tak bisa karena putus asa yang bisa dilakukan selalu menuduh pencitraan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Advokasi BPN, Ferdinand Hutahaean menyindir Jokowi yang menaiki KRL saat ke Bogor. Ia menyebut apa yang dilakukan Jokowi adalah strategi mendatangi keramaian.

Tak sampai disitu, Ferdinand juga menyindir upaya Jokowi ini dilakukan karena banyak acara Jokowi yang sepi.

“Saya melihat yang dilakukan Jokowi pulang naik KRL bagian strategi mendatangi keramaian. Karena semua orang tahu jam segitu jam penuh padat naik KRL, betul-betul berdesakan. Saya pernah naik KRL, padat betul, bergelantungan, berdesakan,” kata Ferdinand, Jumat (8/3).