Survei PolMark Elektabilitas Prabowo 25,8 Persen



230 Views

Tinggal satu setengah bulan lagi pemilu serentak 2019 akan segera digelar. Namun, sejumlah lembaga survei terus melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat keterpilihan dan e;lektabiltas masing-masing pasangan calon presiden yang akan berlagak pada ajang Pilpres 2019 mendatang.

Sejumlah lembaga survei pun dituntut kebenarannya dalam memaparkan hasil kajian penelitiannya itu.

Dari sejumlah lembaga survei yang ada masing-masing menyoroti bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih mengungguli Prabowo-Sandi.

Teranyar, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyampaikan hasil pnelitiannya selama enam bulan masa kampanye terkahir. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf unggul 20 persen di atas pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dari Agustus 2018 hingga Januari 2019, pemilih Jokowi-Ma’ruf masing-masing 52,2 persen, 53,2 persen, 57,7 persen, 53,2 persen, 54,2 persen, dan 54,8 persen. Sementara pemilih Prabowo-Sandiaga masing-masing 29,5 persen, 29,2 persen, 28,6 persen, 31,2 persen, 30,6 persen, dan 31,0 persen.

Sementara pada Februari 2019, sebanyak 58,7 persen responden memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara 30,9 persen responden memilih Prabowo-Sandiaga.

Berbeda dengan hasil survei LSI, lembaga konsultasi politik PolMark milik Eep Saefulloh Fatah juga turut menyoroti perkembangan elektabiltas pasangan calon 01 dan 02.

Menurut CEO PolMark Indonesia Eep Saifulloh Fatah, elektabilitas pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memang masih unggul sebesar 40,4 persen dibanding lawannya pasangan 02 Prabowo-Sandiaga yang memperoleh 25,8 persen. Sementara masih ada 33,8 persen yang belum menentukan pilihan.

Meski demikian, hasil tersebut jelas masih memberikan keunggulan untuk Jokowi-Ma’ruf dan menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga yang bahkan tidak mencapai angka 30 persen.

Survei Polmark salah satu lembaga survei yang hasilnya tidak sesuai dengan sebagian besar lembaga survei lainnya yang rata-rata menempatkan Jokowi-Ma’ruf diatas 50%.

Selain itu, tingkat kepercayaan terhadap hasil survei Polmark belum bisa dipastikan karena PolMark tercatat memiliki kedekatan dengan PAN dimana PAN pernah menggaet PolMark untuk kepentingan Pilkada 2018.

Polmark juga merilis hasil survei terbaru bahwa PAN lolos ambang batas parlemen di Pemilu 2019 yang sebelumnya diramalkan tidak akan lolos.