Suramnya Indonesia Jika Prabowo Menang

Suramnya Indonesia Jika Prabowo Menang

65 Views

Masih segar dalam ingatan ketika capres 02 Prabowo Subianto mengatakan “Indonesia Punah” dan “Kekayaan Indonesia Lari ke Luar Negeri”. Tak sampai disitu, Prabowo kembali menebar ketakutan dengan menyatakan “Indonesia sedang Bleeding”.

Maksud hati ingin mencerahkan pemikiran, namun Prabowo justru menggambarkan betapa suramnya Indonesia.

“Itu yang saya bilang kebocoran. Itu yang saya sebut bleeding, Indonesia sedang bleeding. Indonesia sedang berdarah,” kata Prabowo.

“Akan saya buktikan begitu saya terpilih nanti,” ujarnya.

Setidaknya gambaran ini cukup jelas, bahwa dengan cara bagaimanpaun dan dengan apapun kubu Prabowo-Sandi akan melakukan kecurangan untuk meraih kekuasaan.

Padahal sampai saat ini banyak orang yang cukup terpelajar bertanya darimanakah data Prabowo itu?

Selain itu yang lebih parahnya dari elit-elit para pendukung Prabowo. Demi memenangkan kontestasi kekuasaan 5 tahun, mereka rela membakar rumah Indonesia dengan nilai-nilai luhur Pancasila yang telah dibangun oleh tokoh-tokoh bangsa puluhan tahun.

‘Bakar Rumah’ itu keluar dari keluarga Amien Rais, namun tak hanya dia, tapi juga oleh semua elit Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

Secara terang-terngan mereka berusaha mendelegitimasi KPU. Sambil membakar sumbu emosi pengikutnya, Amien Rais berujar “Kalau KPU-Bawaslu jujur, tidak curang, mudah-mudahan dimuliakan Allah. Kalau curang dan terbukti, kita buat perhitungan,” kata Amien Rais melalui pengeras suara di lokasi, Jumat (1/3/2019).

Artinya kalau disimpulkan, jika kubu kami menang, KPU tidak curang. Tapi jika kubu sana menang, KPU berarti curang.

Dalam kompetisi, semua orang ingin menang. Itu wajar. Tapi jika demi menang harus membakar rumah sendiri, itu namanya tidak waras.

Seburuk apakah perpecahan yang bisa ditimbulkan oleh narasi hoaks para elit kubu 02? Hanya mereka yang tahu.

Like Amien Like Son. Setelah air mata Hanum Salsabila Rais di kasus hoaks Ratna Sarumpaet, kini airmata Fauzia Rais juga mengalir dalam acara tanya-jawab di gedung AdiTV Yogyakarta (22/02/2019). Saat itu Fauzia curhat kepada doktor abal-abal Rocky Gerung soal harga-harga kebutuhan pokok yang ia rasa semakin mahal sebagai emak-emak beranak dua.

Namun bagaimana mungkin putri mantan ketua MPR yang pernah tinggal di Jepang dan kini merupakan salah satu sales terbaik brand kosmetik Swedia “Oriflame” dengan penghasilan puluhan juta rupiah per bulan – yang masih memiliki suami berpenghasilan – dapat mengenal kata “sembako mahal”? Kemudian apakah makna airmata yang bercucuran saat ia bertanya, selain sebagai upaya untuk mengaduk-aduk emosi masyarakat yang menyaksikannya.

Saat ini masyarakat sudah cerdas tdan tak mudah dibpdohi dengan tipuan air mata buaya apalagi hoaks yang tak pernah jelas juntrungannya.

Karena itu masyarakat diharapkan agar bersikap tabayyun dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi pekikan dan ‘baku hantam’ yang terjadi antar sesama warga Indonesia di dalam dunia maya.