Sri Sultan Ingatkan Masyarakat Jaga Kebersamaan dan Toleransi

Sri Sultan Ingatkan Masyarakat Jaga Kebersamaan dan Toleransi

5 Views

Peristiwa pemotongan simbol keagamaan di makam warga beberapa waktu telah menyedot perhatian publik.

Hal tersebut membuat Gubernur DIY Sri Sultan HB X perlu mengingatkan kembali agar masyarakat memahami adanya perbedaan di sekitar lingkungannya.

Sri Sultan juga mengatakan bahwa peristiwa itu perlu menjadi pembelajaran bersama untuk seluruh pihak.

Oleh karenan itu, Sri Sultan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk bisa saling menjaga kebersamaan dan toleransi, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang senantiasa harmonis.

“Peristiwa tersebut merupakan pembelajaran bersama untuk seluruh pihak. Saya tidak ingin menyalahkan siapapun.

Yang pasti, semua masyarakat perlu memahami adanya perbedaan di sekitar mereka. Kemajemukan harus menjadi sebuah kekuatan, bukan justru kelemahan yang bisa dicabik-cabik,” kata Sultan HB X di Yogyakarta, Kamis (20/12/2018).

Sultan menegaskan, DIY tetap akan konsisten dan berkomitmen untuk mempertahankan toleransi karena dengan toleransi dan kebersamaan dari seluruh kelompok masyarakat, Indonesia dapat memproklamasikan Kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

“Kemerdekaan yang diraih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah hasil perjuangan dari seluruh kelompok masyarakat meskipun berbeda suku dan agama. Komitmen inilah yang akan tetap kami jaga,” ujarnya.

Terkait persoalan yang sempat membuat gaduh itu, Sultan menuturkan bahwa pihaknya sudah berdialog dengan semua pihak. Kejadian tersebutlanjut dia, bisa terjadi karena adanya perbedaan tingkat pemahaman di masyarakat tentang makna toleransi dan kebersamaan, atau keinginan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan secara praktis.

“Saya rasa, apa yang viral tersebut karena rasa manis atau asinnya dilebih-lebihkan,” katanya.

“Masyarakat mungkin menilai apa yang mereka lakukan tidak akan berdampak seperti ini karena mereka hanya bersikap praktis saja setelah ada kesepakatan di warga. Berita tentang hal ini justru memberikan nuansa kesalahpahaman yang kemudian menyebabkan prasangka,”tambah dia.

Selain itu, masyarakat kata Sultan diharapkan mampu memiliki pemahaman yang lebih luas tentang makna toleransi, Sultan juga mengingatkan agar perangkat pemerintah daerah yang ada di wilayah baik lurah maupun camat juga ikut menjaga kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Karenanya, Sultan berharap, kejadian tersebut tidak terulang di kemudian hari dalam bentuk apapun.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, konstruksi sosial masyarakat Purbayan tetap dalam kondisi yang baik dan terjaga.

“Keluarga tersebut sudah tinggal di Purbayan sejak 1986. Mereka pun hidup dan bersosialisasi secara baik dengan warga dan aktif di kegiatan masyarakat dan tidak ada yang mempermasalahkannya,” katanya.