Spanduk Prabowo Presiden RI Bentuk Provokasi yang Indah dan Menakutkan



692 Views

Pemasangan spanduk atau baliho ucapan selamat kepada Prabowo sebagai Presiden RI sangat melukai demokrasi RI dan menjadi perilaku konyol.

Baliho berisi ucapan selamat kepada Prabowo sebagai Presiden RI terkesan provokatif dan layak dicabut karena tidak sesuai konstitusi.

Begitu memprihatinkan melihat relawan dan pendukung dari Prabowo-Sandi ini. Mereka terlalu ambisi sama seperti Pak Prabowo untuk memenangi Pilpres ini.

Klaim kemenangan sepihak ini sangat berbahaya. Ini adalah provokasi yang indah dan menakutkan. Rakyat bisa pecah antar pendukung Jokowi dan Prabowo. Kegilaan ini harus dihentikan agar rakyat hidup tenang di negeri ini.

Kegilaan dari pihak yang terlalu berambisi menang memang pantas untuk kalah. Sekalipun menang, maka akan membuat negara gaduh dan berantakan.

Sebelumnya ada tiga baliho berukuran besar yang diturunkan petugas pada Minggu (5/5). Ketiga baliho itu berada di Jalan Sultan Agung Km 27 (depan PT Denyo), Medan Satria; Jalan Agung (seberang Naga Swalayan) Pondok Ungu, Kecamatan Medan Satria; dan Jalan Sultan Agung (depan Masjid Darul Muslimin), Medan Satria.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan penurunan baliho itu dilakukan oleh 14 petugas yang terdiri atas aparat polisi, 8 personel Satpol PP, 1 anggota TNI, dan 1 anggota Panwascam.

“Telah dilaksanakan penurunan baliho ucapan selamat atas terpilihnya Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Kompol Erna Ruswing kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Erna mengatakan baliho tersebut diturunkan karena melanggar perda. Selain itu, belum ada pengumuman resmi dari KPU terkait presiden dan wakil presiden terpilih.

“(Baliho) diturunkan karena melanggar perda, dia tidak berkoordinasi dengan pihak pemda, terus menyangkut pengumuman dari KPU juga belum ada. Jadi dari pihak Satpol PP akhirnya menurunkan baliho-baliho,” ujar Erna.

Sebelumnya juga, upaya penurunan baliho berukuran besar bergambar Prabowo-Sandiaga Uno di Jalan Raya Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, oleh Satpol PP gagal karena ditolak massa. Baliho itu masih terpasang hingga hari ini.

Abet, salah seorang warga, mengatakan upaya pencopotan baliho dilakukan pihak Satpol PP dibantu pihak kepolisian. Upaya penurunan dilakukan sejak Senin (29/4/2019) siang.

Namun upaya petugas ditolak dan dihalangi relawan hingga berujung cekcok mulut. Upaya terus dilakukan hingga malam hari, tapi massa pendukung Prabowo-Sandiaga Uno terus berdatangan dan baliho gagal dicopot.

Baliho-baliho yang terkesan provokatif itu memang layak dicabut karena tidak sesuai konstitusi kita.

Rakyat hanya dipanas-panasi dengan klaim yang tidak benar dan rakyat ditipu dengan menyebut Prabowo sebagai Presiden RI.

Untuk itu, rakyat harus bersatu melawan tindakan inkonstitusional. Lawan segala keburukan dan sikap tak mau kalah serta otoriter Prabowo.