Soal Dramatisasi Teror dan Radikalisme, Fadli Zon Digurui Gubernur Lemhanas

Soal Dramatisasi Teror dan Radikalisme, Fadli Zon Digurui Gubernur Lemhanas

892 Views

Anggota Komisi I DPR, Fadli Zon, menuding bahwa pejabat-pejabat pemerintah setiap hari mendramatisasi isu terorisme dan radikalisme. Hal itu menurutnya sangat berpotensi merusak iklim investasi.

“Saya mencatat, sejak pemerintahan baru dilantik, ada dua isu yang terus-menerus diangkat oleh Presiden dan kabinetnya, yaitu radikalisme dan investasi,” ungkap Fadli dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/11/2019).

“Bagaimana kita akan bisa menggenjot investasi, atau membangun kepercayaan dunia luar, jika pejabat pemerintah kita tiap hari berisik mengeksploitasi isu radikalisme dan terorisme?” katanya lagi.

Pernyataan Fadli Zon itu tergolong opini yang tak berdasar pada data dan fakta. Isu radikalisme dan terorisme bukan sedang didramatisir apalagi dikapitalisasi, namun justru sedang diatasi melalui berbagai medium dan strategi dengan berbagai tujuan positif, salah satunya demi meningkatnya investasi di Indonesia.

Boleh jadi saat ini Fadli Zon lah yang sedang mendramatisir keadaan yang ada dalam pikirannya.

Terkait hal itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Agus Widjojo tak sepakat dengan anggapan bahwa peningkatan investasi yang tengah digalakkan oleh pemerintah belakangan ini tidak lebih penting daripada isu radikalisme.

Agus mengatakan, isu radikalisme justru menjadi perhatian pemerintah dan tidak kalah penting dibandingkan persoalan peningkatan investasi.

“Jadi radikalisme itu penting. Antara radikalisme, radikalisasi dan investasi itu jangan kita anggap sebagai hitam putih,” ujar Agus dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

“Dua-duanya penting untuk kita treat (perhatikan). Dua-duanya penting untuk kita tinjau,” ucap Agus.

Meski demikian lanjut Agus, permasalahan radikalisme dan investasi seharusnya dilihat secara kontekstual dan integratif.

“Jadi memang untuk hal ini tidak untuk melihatnya dalam hitam putih. Radikalisasi saja atau investasi saja. Kalau radikalisasi itu kemudian mengecilkan investasi tapi kita lihat secara kontekstual dan secara integratif,” katanya.

Isu radikalisme saat ini kata Agus sangat penting untuk menjadi perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Pasalnya, radikalisasi di tengah masyarakat memang benar-benar terjadi dan ada upaya dari kelompok tertentu untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara.

“Kita bertanya apakah kita sudah melihat dampak-dampak dari radikalisasi di lapangan secara konkret? Itu sangat membahayakan dan sangat terlihat ada usaha-usaha untuk menggantikan Pancasila,” jelasnya.