Serangan Kamikaze Kubu Prabowo Berharap Kerusakan Lebih Besar



689 Views

Upaya menembus pertahanan lawan di garis akhir oleh kubu paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga uno sudah sejak awal serangan itu dilakukan termasuk mengorbankan sedikit pasukan.

Serangan ini disebut dengan KAMIKAZE. Secara luas untuk menyebut semua serangan bunuh diri.

Siapa yang tidak kenal dengan serangan bunuh diri Jepang pada saat perang pasific? Tentu semua pasti mengenalnya. Serangan tersebut dilakukan karena saat itu Jepang tidak bisa lagi menembus barisan armada Amerika Serikat yang bekerja sama dengan sekutu. Singkat kata serangan ini bisa disebut serangan frustasi dari Jepang dengan harapan lawan akan mendapat kerusakan yang lebih besar dengan mengorbankan sedikit pilot dan pesawat.

Taktik ini sering dilakukan oleh teroris guna menciptakan teror saat menaklukan suatu negara atau wilayah. Sebut saja bom Bali, bom Kendal dan sebagainya. Serangan ini menjadi sangat berbahaya, apalagi jika kaum radikal di Indonesia sudah berkembang dan siap mati, bayangkan 5% saja kaum radikal yang siap mati, bisa mengakibatkan potensi kematian 90% rakyat Indonesia.

Namun, KAMIKAZE ini digunakan sebagai serangan Politik.

Ada banyak alasan serangan KAMIKAZE itu dilakukan. Salah satu alasannya karena Prabowo adalah sosok bermasalah di masa lalu dan tanpa prestasi, sehingga jika ada sebagian rakyat Indonesia yang tidak memilihnya, sebisa mungkin rakyat dibuat untuk tidak memilih Jokowi.

Masyarakat perlu mewaspadai jika KAMIKAZE politik gagal, maka kaum radikal dibawah naungan Prabowo tidak menutup kemungkinan akan melakukan KAMIKAZE secara fisik.

Jadi siapa saja kubu Prabowo yang menjalankan taktik ini?

Senjata apa yang digunakan untuk melakukannya?

Berikut ulasannya:

A. Pandji Pragiwaksono

Tidak perlu pintar untuk mengetahui kalau beliau adalah KAMPRET, walau beliau mengaku memilih Jokowi namun penulis sama sekali tidak percaya, karena beliau berkata sesaat setelah mengetahui hasil Quick Count. Jika dia benar memilih Jokowi sejak awal tidak perlu sok Netral padahal sebenarnya tidak. Apalagi sebelumnya dia ini pendukung gabener yang penulis males sebutkan namanya.

Kita semua pasti tahu 2 video dia yang sok Netral yaitu “malas pilih Jokowi” dan “tidak ada alasan memilih Prabowo”. Memang terlihat Netral, namun kenetralan dia tidak akan menggerus suara Prabowo karena pendukung Prabowo memilih karena kebencian terhadap Jokowi, mereka tutup mata terhdap Prabowo, bahkan sendal jepit akan mereka pilih kalau calonnya Jokowi vs Sendal Jepit. Mereka tahu kok Prabowo ga bisa sholat tapi tutup mata karena mereka memilih siapapun lawan Jokowi.

Pandji bukanlah orang bodoh, dia tahu hal ini, kalau ada yang menjadi GOLPUT pasti kebanyakan dari kubu Jokowi. Dengan mengorbankan beberapa pendukung Prabowo yang kritis, suara untuk Jokowi diharapkan bisa tergerus banyak. Siasat menjadi semakin sempurna dengan ditambah Video klarifikasi Pandji bersama Sandiaga Uno yang jelas-jelas menguntungkan Prabowo.

B. Dhandy Laksono

Tidak berbeda jauh dengan Pandji, si iler ini juga melakukan KAMIKAZE politik melalui filmnya yang sok netral dan mengajak orang untuk Golput. Tinggal sebutkan sedikit nama di kubu Prabowo untuk mengesankan dirinya Netral, tapi lebih banyak membahas kejelekan kubu Jokowi, tidak tanggung-tanggung yang difitnah anak Jokowi langsung dan besannya.

Kalau akhirnya banyak yang memilih GOLPUT, pasti kebanyakan dari pendukung Jokowi. Trust Me, It Works!!

C. Can Nun

Ga perlu pintar untuk melihat orang yang sok Netral padahal kampret, munafik kampret ini terang benderang kok. Tonton semua video beliau di Youtube. Yang bela Prabowo? Ada, yang bela Jokowi? Tidak Ada, Yang menghina Prabowo? Hampir tidak ada, yang menghina Jokowi? Bejibun!!

Ada sih yang sok Netral, bilangnya “Jokowi dan Prabowo bukan putra terbaik Bangsa”, tapi coba perhatikan saat itu beliau ceramah di kandang Jokowi atau di kandang Prabowo, kalau yang mendengar ceramah beliau jadi GOLPUT, kira-kira pendukung siapa yang berkurang banyak??

D. Contoh Lain

Ini mungkin kurang pas, tapi caranya sama pura-pura netral. Sowan ke kiai-kiai NU, ke Mbah Maimun biar dibilang Netral sampai dijuluki Syekh oleh pendukung-pendukung Jokowi dari kalangan NU. Lalu saat-saat terakhir malah menyatakan dukungan kepada Prabowo dengan cerita mimpi yang tidak jelas juntrungannya.

Lagi-lagi trik KAMIKAZE politik ini belum dikatakan berhasil. Akhirnya hanya membawa pasukan radikalis menjadi frustasi dan gila.