Selain Subsidi Pupuk, Kartu Tani Jalur Petani Mendapat Akses Kredit Tani Dan Asuransi



107 Views

Batara Online – Pemerintahan Presiden Jokowi tetap melanjutkan program subsidi pupuk kepada petani sebagai salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Subsidi pupuk akan didistribusikan secara langsung kepada petani melalui Kartu tani sebagai program transformasi subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran.

“Penggunaan Kartu Tani dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan pupuk. Dengan kartu ini, penyerapan dan distribusi pupuk dapat terpantau,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Ada tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), penerbit Kartu Tani, yaitu Bank BRI untuk Banten, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bank Mandiri di Jawa Barat, dan Bank BNI untuk Jawa Timur.

“Progres Kartu Tani di Pulau Jawa per akhir September 2017 sudah mencapai 97 persen,” jelas Darmin.

Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Kartu Tani, yaitu payung hukum, penyuluhan pertanian, perluasan kartu tani, koordinasi antar bank pelaksana, dan phase out subsidi pupuk.

“Pemerintah akan segera menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, terkait payung hukum Kartu Tani,” ucap Darmin.

Sementara itu menurut penjelasan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam pembahasan Kartu Tani ini, dirinya menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kementan telah membuahkan hasil dengan tercapainya petani yang sudah menerima subsidi pupuk sebanyak 5,9 juta.

“Dari total 8,8 juta petani yang menerima subsidi pupuk, yang sudah terverifikasi itu kira-kira 5,9 juta. Nah ini pada dasarnya sudah mendapatkan kartu tani. Nah sisanya ini kita targetkan akhir tahun ini harus selesai,” jelas Menteri Rini.

Selain itu, Menteri Rini juga mengatakan bahwa skema pemberian subsidi ini akan tetap seperti yang lama. Di mana nantinya petani yang mempunyai kartu tani bisa melakukan pembelian pupuk.

“Kita tetap skemanya pada sekarang itu, kartu taninya dipakai ke kios untuk dipakai, sehingga mereka mengetahui jumlah pupuk subsidi yang mereka bisa beli berapa, jadi di kartu tani itu tercatat berapa jumlah subsidi yang mereka dapat berapa, kemudian mereka bisa membeli berapa pupuk bersubsidi,” jelasnya.

Lanjut Rini, dalam rapat juga dibahas mengenai kenapa pemerintah mendorong kartu tani ini. Sebab dengan kartu tani ini juga pemerintah ingin memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani.

“Nah pada saat yang sama tadi juga dibicarakan kenapa kita mendorong kartu tani, perbankan juga dengan ada kartu tani itu, kita juga mulai memverifikasi kemungkinan mereka mendapatkan KUR untuk masa tanam yang akan datang,” tukasnya.