Santri NU Tak Akan Diam Atas Pelecehan Fadli Zon terhadap Ulama Besar KH. Maimoen Zubair



43 Views

Sikap terpujji yang dilakukan Waketum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyindir KH. Maimoen Zubair dengan puisi “Doa Yang Ditukar” telah melukai perasaan para santri khususnya NU.

Atas sikap itu, solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) menilai puisi Fadli Zon tersebut telah mengolok-olok dan menistakan Ulama Besar NU KH. Maimoen Zubair.

“Ini bukan untuk yang pertama kalinya Fadli Zon melecehkan kiai NU. Sebelumnya dia juga sempat melecehkan Kiai Yahya Staquf,” kata Jubir Samawi Nizar Ahmad Saputra menanggapi puisi Fadli Zon tersebut, Rabu (6/2/2019).

Nizar mengatakan, sebagai pimpinan DPR, Fadli Zon seharusnya menunjukkan sikap hormat kepada kiai dan juga ulama. Kesalahan yang diucapkan Mbah Moen terkait doa tersebut harusnya tidak perlu ditanggapi dengan puisi nyinyir yang berkesan melecehkan seorang ulama.

“Jangan hanya karena pilpres dan karena berbeda pilihan politik, Fadli bisa seenaknya melecehkan ulama dengan statement-statementnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nizar mengatakan bahwa santri NU tidak akan diam jika ada ulamanya dihina atau dilecehkan. Pasalnya, selain sebagai guru dan teladan, kiai adalah simbol kehormatan sekaligus spirit para santri.

Karena itu, dikatakan Nizar Ahmad Saputra, banyak dari santri kecewa dan marah jika kiai-nya dilecehkan. Ini pula lah alasan kenapa Fadli Zon didesak meminta maaf secara terbuka kepada Mbah Moen.

“Fadli Zon harus meminta maaf secara terbuka kepada Mbah Moen. Kalau tidak kami akan menggerakkan santri dari seluruh Indonesia untuk mengepung gedung DPR dan menuntut Fadli meminta maaf,” tegas Nizar.