RI Naik Kelas dari Negara Berkembang Menjadi Negara Maju



352 Views

Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang telah menjadi anggota Group 20 Agriculture Minister Meeting (G20 AMM), naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju.

Dalam sebuah ajang pertemuan bergengsi negara-negara maju yang digelar di Prefektur Niigata, Jepang, Sabtu (11/5/2019) kemarin, kehadran Ketua Delegasi Republik Indonesia (DELRI) G20 AMM yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman sangat dinantikan banyak pihak.

Dalam Plenary Session (sesi paripurna) G20 AMM tersebut, Amran menyampaikan beberapa intervensi Indonesia yang mengusung kepentingan Indonesia. Antara lain, pentingnya kesetaraan akses bagi petani kecil dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi. Pasalnya, teknologi merupakan variabel penting untuk mendorong kemajuan petani adalah penguatan digitalisasi.

“Ini akan membuka peluang baru pengembangan dan akses terhadap rantai nilai pangan pertanian yang merupakan modal dasar pembangunan sumberdaya manusia,” kata Mentan.

Amran menegaskan pentingnya dukungan teknologi digital dalam menghubungkan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sehingga siap memasuki era industri 4.0 dipenetrasi menggunakan teknologi berbasis internet. Alhasil, produsen dan konsumen pangan akan terhubung dan memperoleh keuntungan dengan hubungan komunikasi langsung berbasis internet tersebut.

“Sumberdaya manusia pertanian merupakan modal pembangunan yang penting. Kewirausahaan petani muda di pedesaan harus didorong karena minat generasi muda terhadap sektor pertanian saat ini menurun,” ujarnya.

Indonesia berpendapat bahwa pengetahuan dan keterampilan generasi muda pertanian perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan dan teknologi dikhususkan pada petani skala kecil dan generasi muda.

“Generasi milenial demikian tertarik dengan internet dan teknologi informasi. Maka, kita dapat gunakan digitalisasi untuk menarik mereka kembali ke sector pertanian,” kata Amran.

Selanjutnya, dalam breakout session Amran pun menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) bersamaan dengan tantangan kelaparan dan perubahan iklim yang dihadapi negara-negara di dunia. Karena itu, Indonesia telah memenetapkan Rencana Aksi Nasional yang berisi program-program 5 tahun ke depan terkait aktivitas pendukung pencapaian tujuan SDGs di tahun 2030 yang dituangkan dalam Road Map.

“Kami membuat program khusus yang modern, holistik dan inovatif dengan beberapa terobosan revolusioner. Dari sinilah pendapatan nasional kami naik 34,3 persen,” sebutnya.

Lebih lanjut Amran membeberkan capaian lain pembangunan pertanian yang membanggakan yakni investasi asing dalam bentuk Foreign Direct Investment meningkat dramatis hingga 110 persen dan ekspor pertanian pun naik 29,7 persen, sehingga inflasi pangan turun 8 persen.

“Di level rumah tangga, angka kematian bayi turun 1,9 persen dan balita dengan gisi buruk pun turun 3 persen,” bebernya.

“Dampak makro yang luar biasa kami alami adalah tingkat kemiskinan menjadi satu digit yaitu 9,66 persen,” imbuh Amran.

Penurunan kasus gizi buruk merupakan dampak postif dari program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Sebab, program ini mendukung penyediaan bahan pangan pertanian secara mandiri dengan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumah tinggal.

Nutrisi vitamin dan mineral yang diperlukan balita pada masa pertumbuhan dapat dipenuhi keluarga dengan mengkonsumsi sayur dan buah hasil panen di pekarangan sendiri.

“Program KRPL sejalan dengan UN Resolution on Family Farming yang bertujuan untuk memperbaiki tingkat ketahanan pangan,” jelas Amran.

Karena paparan tersebut, State Secretary of Agro Industry Argentina, Luis Miguel Etchevehere menyatakan kekagumannya kepada Kementerian Pertanian RI dan pemerintahan Indonesia secara langsung kepada Mentan Amran di tengah berlangsungnya exhibition tour yang dihadiri seluruh ketua delegasi.

Bahkan, beberapa negara anggota G20 dan organisasi internasional pun menyatakannya keinginannya untuk berdialog langsung dengan Mentan Amran selama G20 AMM Niigata berlangsung.