Ramadhan Momentum Bagi Bangsa Indonesia Khususnya Umat Islam untuk Menguatkan Persaudaraan



604 Views

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Maman Imanulhaq, mengajak seluruh bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mempererat persaudaraan antar anak bangsa pasca Pemilihan Umum 2019.

Ia sedikit berkisah tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menguasai Makkah tanpa pertumpahan darah. Peristiwa penting itu menjadi bukti bahwa Islam adalah agama damai yang mencintai kemanusiaan. Momen itu lah yang kata dia disebut rekonsiliasi fathul Makkah yang terjadi di bulan rahmah atau kasih sayang, yaitu Ramadan.

“Bangsa Indonesia punya daya rekat yang begitu kuat sejak masa lalu. Yaitu ukhuwah atau persaudaraan. Baik persaudaraan sesama umat Islam, sesama anak bangsa dan sesama umat manusia. Inilah modal agar Pemilu ini tidak menyisakan keretakan sosial yang melebar karena perbedaan pilihan politik, utamanya terkait Pilpres,” ujar KH Maman Imanulhaq, di Jakarta, Selasa (14/5).

Maman menambahkan, Ramadan merupakan madrasah rohani yang akan mengasah seorang yang aktif dalam semua ritual kesalehannya menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi kehidupan.

“Berbeda dengan seorang teroris yang berani mati karena keyakinan yang salah sehingga membuat kerusakan dan kerugian yang besar kepada orang lain,” kata dia.

Tokoh muda NU ini menegaskan bahwa makna jihad adalah memperjuangkan nilai Islam berupa perdamaian, kesejahteraan dan keadilan sesuai tuntunan Rasulullah. Inilah dakwah yang konstruktif tanpa paksaan dan kekerasan. Bukan dalam bentuk radikalisme, apalagi terorisme.

Mengacu pada Surah Al Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman, Kiai Maman mengingatkan pentingnya memperkuat nilai keimanan.

“Ramadan itu ajakan keimanan. Kekuatan iman akan melahirkan sosok atau pribadi yang amanah dan tidak khianat, termasuk tidak khianat pada komitmen kebangsaan dan kemanusiaan.