Progres Baru Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung



628 Views

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan progres konstruksi Kereta Cepat Jakarta Bandung sebesar 59,78 persen pada akhir 2019.

Hal itu memang bukan perkara mudah mengingat banyak kendala yang ditemui mulai dari proses awal seperti pembebasan lahan dan sebagainya.

Kendati demikian target yang cukup dibilang sukses ini bisa terlihat dari progres Tunnel Walini sepanjang 608 meter di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang pada Selasa (14/5/2019) sukses ditembus.

Melihat kesuksesan itu, Menteri BUMN Rini M Soemarno saat mengunjungi Tunnel Walini sangat mengapresiasi pencapaian tersebut. Mengingat, kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu dijadwalkan beroperasi pada 2021.

“Untuk saya ini betul-betul satu milestone, karena ketika Presiden (Jokowi) melakukan groundbreaking pada 2016, ternyata kendalanya cukup banyak. Terutama masalah pembebasan lahan,” ujar dia di Walini, Selasa (14/5/2019).

Ia berharap, progres pengerjaan yang sudah bisa berjalan lancar dalam 6 bulan terakhir ini pada tahun 2020 bisa tersambung sepenuhnya.
“Kalau kita bisa selesaikan akhir 2020, ini bisa jadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengungkapkan, keberhasilan menembus tunnel pertama tersebut akan dijadikan semangat pendorong bagi pihaknya untuk terus menuntaskan proyek kereta cepat pertama di kawasan Asia Tenggara.

“Hari ini merupakan pembangunan bersejarah dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Semoga momen penembusan ini juga bisa jadi penyemangat untuk bisa terus bekerja keras, cerdas dan ikhlas untuk bisa menyediakan kereta cepat pertama di Southeast Asia,” kata dia.

Ia mengatakan saat ini progres konstruksi telah mencapai 17,38 persen. Dia menuturkan pekerjaan konstruksi akan digenjot pada semester 2019 dengan menambah tenaga kerja dan mobilisasi alat lebih massif.

Menurut Chandra, konstruksi di semester pertama belum bisa dipacu karena faktor cuaca dan pemilihan umum. “Progres 59 persen itu semua pekerjaan struktur, termasuk tunnel 4 di Purwakarta dan tunnel Walini kami targetkan selesai tahun ini,” ujar Chandra di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/5/2019).

Secara keseluruhan, ada 13 terowongan yang dibangun di jalur kereta sepanjang 142 kilometer. Hari ini, KCIC berhasil menembus terowongan di Walini sepanjang 608 meter. Terowongan ini memiliki lebar diameter dalam 12,6 meter dan lebar diameter luar 14,3 meter.

Chandra menuturkan, pihaknya juga memulai ujicoba alat bor tunnel boring machine (TBM) yang dipasang di bawah jalan tol Jakarta-Cikampek KM 3+300. Alat bor yang didatangkan dari Tiongkok ini dijadwalkan beroperasi pada Juni 2019.

Nantinya, TBM akan bekerja secara intensif selama 24 jam tanpa henti. Pada kecepatan tertinggi mesin bor ini memiliki mata bor (cutting knives) yang dirancang khusus dari logam keras dan dapat melubangi lapisan tanah sepanjang delapan meter per harinya.

Chandra menyebut, konstruksi kereta cepat dijadwalkan rampung pada akhir 2020 sehingga bisa beroperasi pada April 2021. Operasional kereta cepat bakal memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung dari 3 jam menjadi 45 menit. Proyek ini juga bakal menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara.