Presiden Jokowi Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI



928 Views

Presiden Joko Widodo mengaku bersyukur dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meski beberapa waktu lalu tertekan dengan kondisi ekonomi global.

Jokowi mengatakan selama periode 4 tahun ini, ekonomi global sedang berada pada posisi yang tidak baik. Pasar komoditas terjadi penurunan sehingga mempengaruhi ekonomi dalam negeri.

Kendati demikian gejolak ekonomi global diklaim tidak berimbas pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi diyakini masih akan tetap terjaga pada kisaran level 5,13 persen.

Jokowi mengatakan, ekonomi Indonesia pada 2018 yang mampu tumbuh di angka 5,17 persen sulit dicapai negara lain. Bahkan, kata Jokowi ada beberapa negara yang kesulitan mempertahankan pertumbuhan ekonominya di angka 2 persen.

“Patut kita syukuri, banyak negara yang tidak bisa mempertahankan growth-nya, ada yang 1 sampai 1,5 persen, 2 persen. Karena ekonomi global pada posisi yang belum normal,” ungkapnya di acara peresmian dan penyerahan penghargaan pasar rakyat Indonesia serta pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan 2019 di Indonesia Convention Exhiition (ICE), BSD, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019).

Bahkan yang lebih membanggakan, lanjut JOkowi mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada posisi ketiga jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dari negara kelompok G20.

“Pertumbuhan ekonomi kita dibanding dengan negara G20, kita berada pada posisi nomor tiga. Kita di bawah India dan RRC, ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi menyampaikan, capaian inflasi Indonesia patut untuk disyukuri. Pada 2014, inflasi masih berada di angka 8,3 persen dan pada tahun selanjutnya bisa diturunkan di level 3 persen hingga di akhir 2018 tercapai sebesar 3,13 persen. Menurutnya, nflasi Indonesia saat ini sudah cukup baik.

“Artinya pengendalian harga bisa dilakukan pada angka yang sangat rendah. Jadi kalau ada yang menyampaikan harga naik, satu dua barang itu biasa,” jelas Presiden.