Prabowo-Sandi Lebih Baik Ngemis ke Pengusaha Daripada Hartanya Buat Dana Kampanye



Bataraonline – Dalam dunia politik ada istilah tak ada kawan abadi tapi hanya kepentingan abadi. Inilah gambaran yang terjadi di kubu capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bendahara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiafa Uno, Thomas Muliatna Djiwandono berharap segera mendapat suntikan dana dari para pemilik modal di sisa masa kampanye Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Thomas tak menampik usaha pendekatan ke para pengusaha terus dilakukan. Ikhtiar itu juga dilakukan oleh Prabowo. Namun, Thomas mengakui sulitnya menggalang dana.

“Makanya saya mengharapkan sebaiknya para pengusaha, teman-teman saya, main dua kaki,” kata Thomas sembari tertawa. “Tolong para pengusaha, kalau percaya sama Prabowo – Sandiaga, tolong kami dibantu, jangan malu-malu,” kata Thomas.

Sebelumnya, Prabowo sempat menghadiri acara gala dinner dan ramah tamah bersama para pengusaha Tionghoa di Super Ballroom Suncity, Gedung Lindeteves, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat (7/12/2018) malam.

Acara tersebut dihadiri ratusan pengusaha Tionghoa yang berasal dari sejumlah daerah. Tidak hanya Jakarta, tapi juga dari Medan, Padang dan Kalimantan Timur.

Usai acara makan malam, capres pilihan ijtima ulama ini sempat memaparkan visi misinya bertajuk “Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo”.

Di penghujung acara, sejumlah pengusaha memberikan donasi atau sumbangan untuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Total sumbangan mencapai Rp 460 juta yang diberikan oleh 16 pengusaha Tionghoa.

“Terima kasih sekali Bapak Ibu, saya mewakili panitia, mewakili Bapak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengucapkan terima kasih banyak atas support dan dukungan dari Bapak Ibu para pebisnis Tionghoa yang hadir dan sudah memberikan support kepada tim pemenangan Prabowo-Sandi,” ujar pembawa acara saat membacakan daftar nama pengusaha yang memberikan sumbangan.

Hal yang sama juga dilakukan cawapres Sandiaga Uno mengatakan terus gencar memaparkan visi misinya kepada para pebisnis. Sandiaga mengklaim per Januari ini para pengusaha akan mulai melirik dirinya dan Prabowo, seiring dengan tren elektabilitas yang diklaimnya terus naik.

Pada Rabu, 28 November lalu, Sandiaga mengklaim telah bertemu dengan 40 bos perusahaan besar. “Dengan survei yang mulai meningkat sekarang, mereka mulai ada ketertarikan untuk mengajak kami bicara,” ungkap Sandiaga di kawasan Jakarta Selatan.

Permintaan sumbangan kepada pengusaha tentunya memilki efek domino karena Prabowo-Sandiaga akan berutang budi kepada pengusaha jika terpilih. Seharusnya Prabowo-Sandiaga meminta bantuan kepada partai pengusung, bukan membebankan kelompok masyarakat tertentu untuk tujuan politiknya.

Saat ini, timses Prabowo tanpa rasa malu kembali meminta-minta ataupun mengemis kepada pengusaha. Padahal, Prabowo-Sandiaga memiliki banyak harta namun meminta sumbangan dana agar hartanya tidak habis jika kalah di Pilpres 2019.