Prabowo Provokasi Kaum Difabel dengan Mengkambing Hitamkan Pemerintah Tanpa Berbasis Data



Bataraonline – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali menyatakan bahwa bangsa Indonesia masih terjajah dan kekayaan Tanah Air masih dikuasai oleh negara asing. Hal itu ia sampaiakan di depan para penyandang disabilitas.

“Kita sekarang harus merebut kembali kemerdekaan rakyat ke tangan Indonesia, kalian yang merasakan bahwa kalian masih terjajah,” ungkap Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (5/12).

Pernyataan sentimen negatif Ketum Gerindra itu jelas tidak memuat data yang akurat yang dapat dipertanggungjawabkan. Pasalnya, buka kali ini saja Prabowo menyuarakan pesimistis dan kebohongan hanya demi ambisi kekuasaan. Contohnya sja, Indonesia bubar 2030, ternyata cerita itu hanya khayalan fiksi belaka dari Novel Ghost Flet.

Pernyataan tersebut cenderung bersifat provokasi dalam upaya meraih simpati dan suara dalam pilpres dengan mengkambinghitamkan pemerintah.

Seharusnya, Prabowo memberikan solusi dan alternatif bukan malah menakut-nakuti Indonesia masih terjajah. Hal ini jelas sebagai bentuk lain dari pembentukan opini kepada kaum disabilitas untuk mendukungnya melalui serangkaian sentimen negatif yang dilempar dalam kemasan pidato.

Dengan demikian Prabowo telah menjelaskan siapa dirinya sebenarnya. Prabowo telah menunjukkan dirinya sebagai oposisi yang tak kredibel dengan melakukan kampanye hitam dengan mempolitisasi kaum difabel dengan cara merangkai tuduhan tanpa berbasis data. Prabowo sedang berusaha menjahit janji-janji kosong yang belum tentu terealisasi.

Sementara apa yang diungkapkan Prabowo jauh terbalik dengan segala upaya pemerintahan JOkowi-Jk selama ini yang fokus membangun Indonesia dengan berbagai program-program yang jelas, mulai dari infrastruktur, kesehatan, serta pendidikan.

Dan baru di era Jokowi disabilitas diperhatikan lebih. Berbagai program dan kebijakan Pemerintah bagi penyandang disabilitas merupakan perwujudan keadilan dan akses untuk kaum penyandang

Pemerintah mulai membuka mata terhadap kaum disabilitas. Apalagi, kaum disabilitas itu ternyata memberikan prestasi di Asian Para Games 2018 dan mampu mengharumkan nama bangsa.

Presiden Jokowi memberikan bonus kepada atlet disabilitas di Asian Para Games 2018 dengan nominal yang sama untuk atlet Asian Games 2018 serta memberikan bonus rumah. Hal tersebut dilakukan Presiden Jokowi untuk memperjuangkan dan membangkitkan harapan dan masa depan atlet disabilitas.

Selain itu, Presiden Jokowi melalui Badan Bahasa Kemendikbud membuat KBBI Braille untuk penyandang disabilitas tuna netra, membangun infrastruktur dan fasilitas umum yang ramah difabel.

Tak hanya fasilitas publik, lanjut Trubus, Jokowi juga memberi perhatian terhadap masa depan karir dari kaum disabilitas. Salah satunya, dengan memberi ruang yang cukup luas kepada mereka untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui formasi khusus di rekrutmen CPNS tahun ini.

Langkah Presiden Jokowi mengangkat Surya Sahetapy (penyandang tuna rungu) menjadi staf khusus kepresidenan, juga merupakan contoh nyata  kepedulian Jokowi pada kaum disabilitas. Hal ini menunjukan betapa kaum disabilitas menjadi salah satu fokus perhatian Presiden Jokowi.