Prabowo Ketahuan Tak Mengerti e-Sport



523 Views

Pada debat Sabtu kemarin, ada satu pembahasan yang cukup menarik, yaitu soal e-sport. Jokowi bertanya soal e-sport, tetapi jawaban Prabowo-Sandi justru seputar pertanian.

“Saya ingin menyampaikan saja bahwa tadi saya bertanya mengenai pengembangan e-sport Mobile Legend di Indonesia. Saya sebenarnya mau cerita mengenai PUBG, Dota, dan lain-lain, tapi karena jawaban bapak tadi pertanian, saya jadi.. kok nggak sambung,” kata Jokowi dalam debat.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung soal kebijakan mendasar soal kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan Jokowi soal e-sport.

Berikut jawaban Prabowo:

“Saya memfokuskan nanti kebijakan-kebijakan saya dalam hal-hal yang mendasar, yang menjawab kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Tingkatkan produksi pertanian, tingkatkan penghasilan bagi petani. Lindungi penghidupan dan penghasilan nelayan,” kata Prabowo. “Tingkatkan kualitas hidup buruh, guru honorer. Itu yang saya akan fokus. Digital-digital itu bagus. Tapi rakyat kita butuh swasembada pangan. Pangan dalam harga terjangkau. Kita harus turunkan harga. Rakyat kita sedang susah. Kita harus jaga kekayaan Indonesia. Itu yang akan saya fokus,” tambah Prabowo.

Biasanya, kalau jawaban seseorang tidak nyambung atau mutar-mutar tak jelas dan tak tentu arah, itu artinya orang tersebut tidak bisa menjawab atau memang tidak paham dengan pembahasan tersebut. Mirip dengan gubernur sebelah yang suka menjawab tak jelas, yang saat ditanya A malah jawabnya Z.

Jujur, cara Prabowo terlalu basi dalam menyampaikan visi misinya. Zaman sudah berubah dengan dinamis dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Tapi Prabowo masih berpola pikir kuno dan ketinggalan. Masih ingat dengan pertanyaan Jokowi mengenai Unicorn dan startup yang kemudian dijawab Prabowo dengan online-online? Saat ditanya balik dengan pertanyaan seputar e-sport, Prabowo melenceng dari topik dengan membahas soal pertanian, nelayan.

Oke Prabowo mau fokus kepada mereka yang buruh, guru honorer, petani dan nelayan. Bagaimana dengan yang lain? Prabowo tak paham dunia sekarang sudah serba digital dan online. Sekarang pesan apa pun bisa secara online, bayar pun bisa secara online misalnya OVO yang populer itu. Pola belanja sudah mulai bergeser ke market place seperti Tokopedia dan Buka Lapak. Begitu juga dengan e-sport.

Main game dulu dianggap sebagai kegiatan yang tidak berguna. Sekarang e-sport bertransformasi menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan. Level dunia, pemenang kompetisi e-sport bisa mendapatkan hingga puluhan miliaran Rupiah. Belum lagi popularitas yang diraih, endorsement dan sponsor. Ini namanya menyalurkan hobi sambil cari uang.

Di luar negeri, e-sport bahkan didukung dan didanai oleh pemerintah. Terlalu munafik kalau hanya karena tidak suka atau tidak paham, lantas mengatakan tidak ada manfaatnya. Pemikiran kuno dan purba seperti inilah yang membuat kita ketinggalan. Negara lain terbuka dengan berbagai hal, tapi Prabowo masih saja berkutat dengan kesejahteraan petani, nelayan, swasembada pangan, kekayaan alam bocor bocor bocor entah ke mana.

Itu memang penting, tapi lihat juga dong tren sekarang. Itu tidak bisa diabaikan begitu saja. Abaikan berarti peluang ketinggalan dan hanyut dalam arus. Contohnya banyak toko offline yang kesulitan karena menjamurnya toko online. Bahkan pemain retail besar pun megap-megap menghadapi serbuan bisnis online. Tak ada tempat bagi yang berpikiran kuno dan menganggap dunia ini stagnan dan tidak berubah.