PNS Kewarganegaraan Ganda Gugat Walikota



101 Views

bataraonline.com | Joaninha de Jesus Carvalho, PNS yang dipecat Walikota Bekasi Rahmad Effendi karena dianggap memiliki dua kewarga-negaraan, akhirnya melayangkan gugatan hukum ke pengadilan. Joaninha juga membantah tudungan Pemkot Bekasi bahwa dirinya telah menjadi warga Timor Leste, sejak bekas provinsi Timor Timur itu berpisah dari Indonesia pada 1999.

”Kami mendaftarkan gugatan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Tidak ada dasar yang menyebutkan klien kami adalah warga Timor Leste,” ujar kuasa hukum Joaninha, Rambe kepada jurnalis, Rabu (24/8/2016).

Joaninha mengaku masih memegang paspor yang dikeluarkan pemerintah Indonesia serta Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga yang dikeluarkan Pemkot Bekasi.

”Dia sudah mempunyai e-KTP Kota Bekasi. Bahkan, paspor sudah diperpanjang, tidak ada masalah di Imigrasi,” jelas Rambe.

Sebelumnya diberitakan, Joaninha dipecat oleh Pemkot Bekasi karena dianggap mempunyai kewarganegaraan ganda. Hal itu berdasarkan klarifikasi dari BKN dengan surat keputusan kepala BKN Nomor: 04755/01/Kep/BHT/TT/2002 tanggal 15 Februari 2002 terhitung pada akhir Agustus 1999. Ketika itu terjadi referendum atau jejak pendapat pada 1999 di bawah kepemimpinan Presiden BJ Habibie. Nina dianggap telah memilih sebagai warga negara Timor Leste, karena sudah menerima dana pensiun setiap bulannya sejak 1999. (KP)