PNS Dipecat Karena Warga Timor Leste



119 Views

bataraonline.com | Pasca terungkapnya kasus dwi kewarganegaraan mantan Menteri ESDM Archandra Tahar dan anggota Paskibraka, kini kasus serupa menimpa seorang PNS di kota Bekasi. Joaninha de Jesus Carvalho—nama PNS itu—dicopot dari jabatan pegawai negeri sipil lantaran berstatus warga negara Timor Leste.

”Joaninha lebih memilih kewarganegaraan Timor Leste, setelah bekas provinsi RI ini memilih memisahkan diri dari NKRI,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain. Akibatnya, sejak 2002 sampai sekarang, Joaninha menjadi PNS di Kota Bekasi dengan status warga negara Timor Leste.

Status kewarganegaraan Joaninha baru diketahui setelah adanya laporan dari petugas PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PT TASPEN) pada 2014.

Usai mendapati laporan dari PT Taspen, Pemkot Bekasi melakukan pengecekan terhadap status kewarganegaraan Joaninha. Ia pun diketahui sudah tidak lagi terdaftar sebagai PNS dalam data Badan Kepegawaian Negara (BKN). Anehnya, Joaninha baru mendapat Surat Keputusan (SK) pemberhentian secara tidak hormat dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, pada 10 Juni 2016.

Kendati demikian, lain lagi cerita yang dituturkan Nina. PNS yang sudah mengabdi selama 14 tahun untuk Kota Bekasi tidak terima dengan pemecatan tidak hormat atas dirinya. Nina mengaku mulai menjadi PNS pada 1985 ketika wilayah Timor Timur masih menjadi bagian dari NKRI.

Hingga surat pemecatan itu keluar, Joaninha menyatakan tidak tahu pasti kesalahan apa yang telah dia perbuat. Ia hanya mendapat tudingan bahwa dirinya bukan warga negara Indonesia dan tidak berhak menjadi seorang PNS. ”Saya tidak pernah menerima surat pemanggilan ataupun teguran dari Pemerintah Kota Bekasi terkait tuduhan itu,” kata Joaninha. (KP)