Pesan Persatuan dari Santri Al Anwar dan Dukungannya kepada Jokowi



Kehadiran Jokowi Ponpes Al Anwar KH Maimoen Zubair, Jalan Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu membawa cerita tersendiri bagi parea santri disana.

Fasial Hasanuddin, salah saatu santri Al Anwar mengaku bangga atas kedatangan Presiden Jokowi waktu itu. Ia bahkan mengatakan tau persis bagaimana capres 01 itu mencintai para ulama termasuk kepada Mbah Maimoen.

“Saya tau persis bagaimana Mbah Maimoen Zubir mencintai para pendiri bangsa termasuk bagaimana mencintai Presiden Jokowi, begitu pula pak Jokowi yang sangat menghormati dan mencintai para ulama termasuk kepada Mbah Moen,” ungkapnya.

Terkait doa Mbah Moen yang menjadi viral di media sosial, Faisla meminta agar tidak dijadikan polemik. Ia menegaskan untuk tetap menjaga persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jangan jadikan polemik doa Mbah Maimoen, kita harus jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus jaga ukuah watoniah, menjaga bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, berbangsa satu berbahasa satu Tanah air Indonesia, NKRI harga mati,” ucapnya.

Pesan persatuan dan kebangsaan yang disampaikan santri Al Anwar ini seirama dengan pesai MUI yang menyebut, semua pihak mengakhiri polemik doa KH Maimoen Zubair yang mendoakan Prabowo Subianto jadi presiden Indonesia saat Presiden Jokowi berada di sampingnya. Hal itu sudah diklarifikasi sebagai salah ucap.

“Polemik jangan dibuat larut berkepanjangan. Karena yang dimaksud dalam ajaran Islam, di hadis nabi tentang mendoakan pemimpin itu bukan dalam rangka memecah belah umat. Tapi justru agar umat tetap solid,” kata Ketua Bidang Infokom MUI, KH Masduki Baidlowi, kepada wartawan, Minggu (3/2/2019).

Dia menyayangkan kalau ada pihak yang menyalahgunakan untuk memecah belah yang tidak diajurkan agama.

“Bahwa yang dimaksudkan bukan ke Pak Prabowo. Tapi maksudnya ke Pak Jokowi,” ucap Masduki.