Perjuangan PA 212 tidak Murni Hanya Menjurus Satu Capres



Jakarta – Gerakan 212 Disusupi oleh Tim Pemenangan 02 dan HTI dalam Mewujudkan Khilafah di Indonesia  membuat beberapa pengurusnya mengkritisi serta mengundurkan diri.

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah bersepakat tidak ikut dalam aksi 211 demi menjaga persatuan Islam, dan hanya Khilafah HTI yang mendukung aksi 211.

Mundurnya penasehat PA 212 Usamah Hisyam bahwa Gerakan 212 sudah tersusupi oleh kepentingan tertentu yang mengarah pada tim sukses salah satu capres dan bukanlah wadah persatuan ummat Islam Indonesia.

“Memasuki Pemilu 2019 saya melihat perjuangan PA 212 tidak murni lagi sebaliknya mengarah pada tim sukses salah satu Capres,”ucap Usamah Hisyam.

Kegiatan penyusupan lainnya adalah Jambore nasional relawan 212 di Bumi Perkemahan Cibubur yang akhirnya ditolak oleh pengelola karena kegiatan tersebut berbau kampanye dan kegiatan tersebut untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

212 tidak murni lagi sebagai wadah silaturahmi umat Islam, hanya ada satu kata untuk para sutradaranya “keterlaluan memanfaatkan Islam dalam politik”.

Dalam beberapa aksi, HTI selalu memboncengi bendera bertuliskan Tauhid dan ini sangat disayangkan.”HTI lakukan pelecehan bendera Lailahaillallah, Bawa bendera dalam kegiatan yang bertentangan dengan syariat yaitu demonstrasi,”ucap Ustad Sofyan Chalid Ruray.

Salah satu ageda reuni 212 adalah mewujudkan khilafah di Indonesia seperti yang diusung HTI, jadi waspadai pembawa bendera HTI diacara reuni 212, tim Prabowo Sandi sengaja memperkeruh keadaan dengan membawa bendera Tauhid.

Ada dugaan operasi bendera hitam, jutaan bendera hitam disiapkan untuk pendukung HTI.