Perayaan Nyepi Memperkuat Prinsip Ketuhanan yang Berkebudayaan

Perayaan Nyepi Memperkuat Prinsip Ketuhanan yang Berkebudayaan

76 Views

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan makna perayaan Hari Raya Nyepi 2019 yang dimaknai untuk memperkuat prinsip Ketuhanan Yang Berkebudayaan sesuai dengan arah kepemimpinan Jokowi.

“Nyepi mengandung pengertian harafiah sunyi, senyap, suatu proses spiritual menghentikan seluruh aktivitas kehidupan melalui Catur Brata, amati geni (tidak menyalak api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan),” ungkap Hasto, Kamis (7/3/2019).

Ia juga menjelaskan, Perayaan Nyepi saat ini begitu relevan dengan situasi dan dinamika perpolitikan di Indonesia. Narasi-narasi berupa kabar bohong atau fitnah, masih sering digunakan oleh pihak tertentu untuk menyerang Pemerintahan Jokowi.

“Peretasan yang mempopulerkan Paslon Prabowo – Sandi tersebut sangat tidak manusiawi, karena menganggu proses pelayanan kesehatan rakyat yang sedang sakit, dan menganggu rangkaian Nyepi yang seharusnya diisi dengan hal-hal penuh kebaikan,” ujarnya.

Dengan memperingati Nyepi, lanjut dia bangsa Indonesia diharapkan terus memperkuat kehidupan spiritualnya untuk melahirkan kebahagiaan sejati, serta kebahagiaan lahir batin.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperbarui alam raya dan seisinya, serta menghormati amerta air kehidupan, dalam merayakan Hari Raya Nyepi. Sebab, Nyepi adalah cerminan masyarakat Indonesia yang sangat menghargai perbedaan dan kebebasan untuk memeluk dan melaksanan ibadah sesuai agama yang dianut.

“Nyepi adalah gambaran nyata pembumian sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dijalankan dengan cara yang berkebudayaan, penuh toleransi, dan tiadanya egoisme dalam kehidupan beragama,” jelas dia.