Penunjukkan Fachrul Razi Berlatar Belakang Militer sebagai Menteri Agama Bukanlah Hal Baru

Penunjukkan Fachrul Razi Berlatar Belakang Militer sebagai Menteri Agama Bukanlah Hal Baru

427 Views

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas mengungkapkan banyak kiai protes ke pihaknya karena Presiden Joko Widodo memilih Fachrul Razi sebagai menteri agama yang notabene dari kalangan militer.

Ia bahkan menyebut para kiai, tak bisa mengerti cara pikir Jokowi yang memilih menag bukan dari kalangan agamawan.

“Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10).

Kerisaun itu jelas tidak didasari dengan pengetahuan dan hanya pandangan subyektifitas, sebab sebelum Fachrul Razi, sudah ada tokoh militer yang pernah menjabat sebagai menteri agama, yakni Tarmizi Taher dan Alamsyah Ratu Perwiranegara.

Meskipun berlatar belakang militer namun, Fachrul Razi sudah mendalami agama sekalipun bukan seorang Kiai. Bahkan dirinya sering berceramah diberbagai tempat untuk menyebarkan Islam yang damai, toleran dan menjunjung persatuan serta kesatuan.

Oleh karena itu, penunjukkan Fachrul Razi berlatar belakang militer sebagai Menteri Agama bukanlah hal baru sehingga tidak perlu direspon secara berlebihan.

Belakangan sikap radikalisme dan ekstrimisme telah merubah pola pikir dikalangan umat. Bahkan pendangkalan pemahaman beragama tercermin oleh sikap intoleran.

NU menyatakan Indonesia darurat radikalisme karena sudah ada kelompok-kelompok yang menganggap semua di luar kelompoknya adalah kafir.

Oleh karena itu Kemenag harus berada di garda terdepan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama.

Sekedar informasi, Fachrul memiliki latar belakang militer. Ia pernah menjabat Wakil Panglima TNI pada tahun 1999-2000.

Fachrul selama ini dikenal sebagai mantan Wakil Panglima TNI yang menjabat pada tahun 1999 hingga 2000. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1970 dan ditempatkan di kesatuan infanteri.

Hubungannya dengan Jokowi terjalin sejak lama. Jenderal bintang empat itu menjabat sebagai Ketua Tim Bravo 5, tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 yang beranggotakan para purnawirawan TNI lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1970-an.