Penolakan Hasil Pemilu Oleh Kubu Prabowo Tidak Dibangun Atas Data dan Fakta



738 Views

Capres Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil Pemilu 2019 karena dianggapnya curang. Hal itu disampaikan Prabowo dalm acara simposium mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

“Sikap saya adalah menolak hasil pemilu yang curang,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Pemaparan kecurangan yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi langsung mendapat respon Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menilai pemaparan kubu PRabowo soal kecurangan Pemilu tidak memiliki dasar dan fakta yang jelas.

“Curangnya dimana, siapa yang melakukan, bagaimana modelnya dan modusnya, tidak ada informasi soal hal-hal tersebut disampaikan,” ujar Karding saat dihubungi pada Rabu, (15/5/2019).

Karding sangat menyayangkan pernyataan Prabowo yang menolak memercayai hasil pemilu 2019. Menurutnya, penolakan itu tidak dibangun atas data dan fakta. Yang dilakukan kubu Prabowo, lanjut Karding, hanyalah asumsi dan wacana. Hal itu kata dia justru akan mengganggu ketenangan masyarakat.

Sementara itu, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga menyebut agenda pemaparan kecurangan pemilu BPN kemarin, justru membuka aib mereka sendiri. Arya mengatakan, kecurangan yang ditunjukkan oleh kubu Prabowo justru terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Prabowo- Sandi menang.

Dia mencontohkan, kecurangan di TPS 13 Nanggerang, Sukabumi yang disebut kubu 02 TPS siluman karena ada sejumlah nama dalam DPT memiliki tanggal lahir sama. Dalam formulir C1 asli yang diperoleh dari saksi TKN di TPS itu menjelaskan bahwa Prabowo- Sandi mendapatkan 130 suara, sedangkan Jokowi – Ma’ruf mendapatkan 47 suara di TPS yang disebut kubu Prabowo TPS tuyul. Di TPS itu kaya Arya yang menang Prabowo.

“Jadi yang tuyul siapa ini?,” ungkapnya dilansir dari Tempo, Kamis (14/5/2019).

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengklaim telah terjadi kecurangan. Setelah melihat realitas rakyat berharap Indonesia menjadi negara yang adil. Harapan itu menjadi bagian dari dirinya. “Oleh karena itu saya tidak mungkin meninggalkan rakyat Indonesia, saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Juru bicara TKN Irma Suryani menilai kubu Prabowo-Sandi terus melakukan penggiringan opini dengan berbagai cara.

Ia mengatakan, undangan yang disebar diberbagai pihak dengan dalih transparansi, hanya akan membuahkan sikap keraguan dan antipasti jika pada akhirnya paparan yang disebutkan hanyalah modus penggiringan opini.