Penghasut dengan Narasi Curang Adalah Mengingkari Rakyat



497 Views

Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihak yang menghasut bahwa Pemilu curang telah mengingkari rakyat itu sendiri. Sebab, menurutnya, masyarakat sudah memberikan suaranya secara demokratis pada Pemilu 2019 lalu.
Dia menyinggung kubu pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang beberapa elitenya bakal melancarkan gerakan massa alias people power pada 22 Mei. Alasannya karena mereka menganggap banyak kecurangan sepanjang Pemilu.

“Bagaimana mungkin mereka kemudian membuat gerakan menghasut rakyat dengan narasi curang yang sebenarnya adalah mengingkari rakyat itu sendiri,” kata Hasto dalam acara Mimbar Kebangkitan Nasional di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (20/5).

“PDIP berpendapat, ketika rakyat sudah menyampaikan secara bebas haknya untuk menentukan pemimpinnya, kemudian ada pihak-pihak yang mengganggu gerakan rakyat untuk memilih pemimpin terbaik dengan cara Demokrasi, yaitu pemilu maka mereka akan berhadapan dengan rakyat itu sendiri,” lanjutnya.

Maka itu, Hasto menuturkan, orang-orang yang menghasut itu tidak memahami kekuatan rakyat. Dia minta masyarakat untuk tidak perlu takut terhadap apa yang akan terjadi 22 Mei.

“Meskipun ada bagian dari kekuatan lama yang cocok untuk berkampanye untuk menyalurkan kekuatan lamanya yang kita tahu berasal dari kata korupsi tidak mampu mengubah keinginan dan usaha dari rakyat pada tanggal 17 April yang lalu,” jelas Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu.

Dia memastikan, rekapitulasi suara Pilpres pada 22 Mei akan berjalan aman. Menurutnya, hasutan-hasutan gerakan massa hanya dinamika politik bagi pihak yang kalah. Dia melanjutkan, hal itu bisa ditempuh melalui prosedur hukum.

“Bagi mereka yang tidak percaya pada hukum, bagi mereka yang tidak percaya pada kekuatan rakyat yang demokratis, maka mereka saya sarankan mereka berpikir ulang karena tidak hanya politik hukum negara yang akan menghadapi mereka, tetapi juga kedaulatan rakyat itu sendiri,” tutup Hasto.