Pendekatan Kultural dan Kemanusiaan Menjadi Fokus Utama dalam Menangani Permasalahan di Papua

Pendekatan Kultural dan Kemanusiaan Menjadi Fokus Utama dalam Menangani Permasalahan di Papua

148 Views

Permasalahan di Papua yang belum terselesaikan oleh pemerintah pusat bukan berarti terabaikan. Pemerintah Pusat akan terus berupaya mencari solusi terbaik dari setiap konflik di Bumi Cendrawasih itu.

Solusi yang konkret sudah pasti diupayakan. Namun demikian, menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa pendekatan kultural dan kemanusiaan harus tetap menjadi fokus utama dalam menangani permasalahan yang ada di Papua.

Kendati demikian lanjutnya, pendekatan hukum, keamanan dan militer juga tak bisa dihilangkan.

“Pendekatan kultural dan kemanusiaan harus tetap menjadi fokus utama tanpa menghilangkan pendekatan hukum dan keamanan, serta pendekatan militer yang diperlukan,” kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Permasalahan di Papua seperti kerusuhan beberapa bulan lalu jelas menjadi perhatian Pemerintah. Persoalan itu murni upaya kelompok separatis agar Papua terpisah dari NKRI dengan menggaungkan isu rasisme yang berujung pada kericuhan.

Hal inilah yang menurut Menko Polhukam, butuh pendekatan yang tetap komprehensif dengan cara yang berbeda-beda pula. Meski dikatakannya, Polri, Kemendagri, Panglima TNI, dan Kementerian Pertahanan sudah memetakan persoalan itu.

Terlebih tambah Mahfud banyak di sana rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa yang akhirnya terprovokasi sehingga butuh penanganan yang juga berbeda.

“Nah pendekatan yang dilakukan tetap komprehensif, ada pendekatan keamanan atau pendekatan penegakan hukum sehingga mereka itu bisa dilihat sebagai kelompok gerakan bersenjata, kelompok kriminil bersenjata, itu bisa. Tapi juga mungkin ada yang separatis, itu perlakuannya tentu berbeda-beda,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Pusat juga sudah banyak melakukan pembangunan fisik dan berupaya meningkatkan kualitas SDM di Papua.

Perlu diketahui bahwa Konflik Papua sudah berlangsung lama sehingga tidak bisa tertangani secara cepat. Meskipun demikian Pemerintah Pusat akan terus berupaya mencari solusi terbaik dari setiap konflik di Papua.

“Tetapi secara umum kalau Anda lihat secara fisik kan bagus akhir-akhir ini, ya. Tidak lagi mencekam. Kalau dilihat akhir-akhir ini, objektifnya, bukan yang dibuat-buat,” ucap Mahfud.

Sebelumnya, Menko Polhukam, mengusulkan untuk menghidupkan kembali Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Papua untuk meluruskan sejarah yang tidak pernah selesai.