Pemerintah Dorong Perkembangan Pertanian di Papua untuk Kejahteraan Rakyat



466 Views

Kepala Badan Karantina Kementan Ali Jamil menilai ekspor produk nonmigas bidang pertanian di Jayapura mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Keberhasilan ini merupakan bukti dari kerja keras para petani yang didorong dengan berbagai bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) selama empat tahun terakhir.

Berdasarkan data, nilai ekspor produksi tani Papua ke luar negeri mencapai Rp 35,6 miliar. Angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan yang terjadi pada tahun 2018. Pada Januari-Maret 2019, ekspor Papua mencapai 29,1 persen.

Jumlah ini naik tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 10,3 miliar.

Ali Jamil menargetkan nilai ekspor tahun ini meningkat dua kali lipat, lebih tajam dari nilai ekspor tahun sebelumnya. Menurutnya, nilai ekspor tahun ini harus bisa menguat bahkan menguasai pasar Asia, Eropa dan Amerika.

“Dengan upaya yang ada, bersama pemerintah Papua kami yakin target ekspor bisa dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” katanya, selasa (16/4).

Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe mengapresiasi program yang tengah dilakukan Kementan melalui Barantan dalam akselerasi ekspor.

Lukas berharap program bimbingan teknis, Agro Gemilang yang ditujukan terutama pada calon eksportir baru di Papua dapat terus ditingkatkan.

“Papua harus segera dapat menjadi lumbung pangan bagi negara-negara di perairan Pasifik. Inilah komitmen kami,” kata dia.

Dengan demikian diharapkan masyarakat Papua tidak hanya bergantung pada SDA pertambangan saja namun juga pada sektor pertanian yang mulai menggeliat.

Pemerintahan Jokowi berkomitmen akan terus mendorong perkembangan pertanian di Papua untuk kejahteraan rakyat.