PDIP Tolak Pendidikan Al-Quran Adalah Fitnah, Ini Penjelasannya



11 Views

Bataraonline – Sebuah judul berita yang menyebutkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kabupaten Bojonegoro melalui Fraksi PDI P di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro menolak melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an.

Namun bila disebutkan bahwa PDIP menolak Pendidikan Baca Tulis Alquran adalah bentuk provokasi dan hanya bertujuan menghasut masyarakat agar percaya PDIP benar-benar menolak pendidikan baca tulis Alquran tersebut.

Terjadi pembiasan berita seolah PDIP membatasi penguatan ajaran Islam bagi masyarakat, padahal yang terjadi justru sebaliknya. PDIP tidak ingin pendidikan baca tulis Al Quran hanya menitik beratkan formalitas sehingga bertentangan dengan filosofis dan sosiologis kegiatan tersebut.

Yang sebenarnya adalah menurut Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Bojonegoro, Donny Bayu Setiawan dalam Rapat Paripurna hari Senin 11-12-2017, dengan agenda penyampaian jawaban atas nota penjelasan Bupati Bojonegoro terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah yang merupakan inisiatif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro.

Dalam paparanya Donny menyampaikan jika substansi yang terkandung dalam Raperda Pendidikan Baca Tulis Al Qur an, mengatur tentang teknis pemberian sertifikat atau ijazah Baca Tulis Al Quran dari lembaga non formal seperti Taman Pendidikan Qur an atau Taman Pendidikan Al Quran, maka akan bertentangan dengan nilai filosofis dan sosiologi dari Pendidikan Baca Tulis Al Qur an itu sendiri.

“dalam pelaksanaanya nanti hanya akan menitik beratkan pada formalitas” Kata Sekretaris PDI Perjuangan Bojonegoro ini.

Dalam usulannya PDIP Bojonegoro lebih mengutamakan penguatan madrasah diniyah dan atau Taman Pendidikan Al Qur’an cakupannya akan lebih luas.

Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan kepada Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau Bapemperda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bojonegoro untuk menginisiasi pembentukan Raperda tersebut.

Delapan fraksi lainya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bojonegoro Menyetujui untuk melanjutkan pembahasan Raperda Pendiikan Baca Tulis Alq Quran ini. yakni Fraksi Golongan Karya, Fraksi Demokrat, Fraksi Partai Kebangakitan Bangsa, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Gerindra, Fraksi Nasdem Nurani Rakyat,

Kesan plintiran menguat menjadi bahan untuk menyerang PDIP di media online. Hal ini diduga sengaja dilakukan oleh kubu lawan politik PDIP yang kembali mengangkat isu agama meskipun hal tersebut berpotensi memecah belah bangsa.