Papua Pecah, FPI, PP, FKPPI Minta Maaf Terkait Kericuhan di Asrama Mahasiswa Surabaya



30 Views

Tiga Organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI), dan Pemuda Pancasila (PP) mendatangi Polda Jatim.

Mereka meminta maaf atas kerusuhan di Papua dan Papua Barat serta terhadap kata-kata rasis yang diucapkan oleh beberapa pihak.

Saat mendatangi Mapolda Jatim, perwakilan OKP Tri Susanti mengungkapkan bahwa Polda Jatim mengundang OKP tersebut, untuk meredam situasi yang panas di Papua dan Papua Barat, tepatnya di Manokwari, Jayapura, dan Sorong.

“Kapolda Jatim ingin koordinasi dengan pihak ormas karena situasi yang di sana sedang panas,” kata Tri Susanti.

Wanita yang akrab disapa Susi itu mengatakan, forum yang digelar juga menjadi kesempatan Ormas terkait untuk menjelaskan dan mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi di lokasi.

“Jadi, memang ini hanya untuk cooling down (meredam)” ujarnya.

Susi membantah pihaknya melakukan pengusiran terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Dia mengatakan, pihaknya hanya ingin menegakkan pengibaran bendera merah putih di asrama Papua, yang selama ini mereka menolak untuk memasangnya.

“Tidak benar bahwa pada saat massa OKP beraksi di asrama mahasiswa Papua terjadi pengusiran. Tujuan kami untuk merah putih dan ternyata berdampak seperti itu, dan mungkin ada pihak lain yang sengaja mengkondisikan,” kata Susi.

Atas apa yang sudah terjadi sehingga menimbupkan kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Susi menyampaikan permintaan maaf.

“Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas, menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan (kata rasis) itu,” kata dia.

Diharapkan masyarakat Papua dan Papua Barat menerima permohonan maaf dari 3 OKP tersebut, agar meredakan situasi dan bersatu kembali demi kondusifitas NKRI. Selebihnya menyerahkan segala permasalahan kepada aparat keamanan.

Pemerintah melalui aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap semua pihak yang terlibat terkait kekacauan di Papua dan Papua Barat serta Surabaya.