Nelayan Diusir dari Pulau Reklamasi Saat Anies Pimpin Upacara HUT RI ke-74



34 Views

Para nelayan dilarang mendekat saat upacaya bendera memperingati HUT RI ke-74 di kawasan Pantai Maju atau pulau reklamasi, Sabtu pagi 17 Agustus 2019.

Pengusiran itu bermula saat nelayan itu melintas di belakang lokasi upacara. Melihat itu, Satpol PP yang bertugas langsung mengusir para nelayan.

“Geser dulu, geser dulu. Nanti bapak mau ninjau ke sini,” ujar seorang petugas. Usai kapal itu menjauh, kapal lainnya yang coba mendekat juga diusir oleh petugas.

Padahal, sebelumnya salah satu alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyelenggarakan upacara di Pulau D Reklamasi atau Pantai Maju, Jakarta Utara adalah untuk menunjukkan bahwa pantai itu terbuka dan tak ada kawasan eksklusif.

“Untuk menyimbolkan kepemilikan negara, bukan milik pribadi, maka kita menyelenggarakan upacara di sana,” jelas Anies usai Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/8).

Bahkan berulang kali Gabener Anies dan para pendukungnya mengatakan kawasan reklamasi tersebut adalah milik negara yang bisa diakses secara terbuka oleh setiap warga.

Namun faktanya di lapangan sangat berbeda, para nelayan dilarang mendekat alias diusir.

Tindakan tersebut menuimbulkan pertanyaan dari warganet, salah satunya dari pemilik akun twitter @JKFC23456789.

Netizen ini juga membandingkan upara di Istana Negara yang boleh dihadiri warga masyarakat.

“Maaf Pk @aniesbaswedan kenapa Nelayan dihalau? PADAHAL di Istana Negara Pemulung, Nelayan, buruh kasar dll Boleh Ikut Menyaksikan Upacara Bendera.“