MPR: 19 Persen Penyelenggara Negara Terkontaminasi Ideologi Radikal

MPR: 19 Persen Penyelenggara Negara Terkontaminasi Ideologi Radikal

36 Views

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Kegiatan itu berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Landak, Jumat (29/11/2019).

Adapun kegitan tersebut dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Drs Cornelis MH yang juga merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dapil Kalimantan Barat ini menyampaikan, pentingnya sosialisasi 4 Pilar agar masyarakat memahami pentingnya keempat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mandat ini dari MPR RI, yang akan kita sosialisasikan kepada masyarakat mengenai ideologi yaitu memasyarakatkan ketetapan MPR, Memasyarakatkan pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bhineka tunggal ika,” kata Cornelis.

Cornelis mengungkapkan, saat ini para penyelenggara negara sudah ada yang terkontaminasi ideologi lain diluar pancasila. Berdasarkan pernyataan Menteri Pertahanan dan Keamanan disebutkan bahwa TNI-Polri terkontaminasi paham radikal sebanyak tiga persen.

“Jangan ada lagi ideologi-ideologi lain, yang sudah ada yaitu pancasila, wakil ketua MPR mengatakan ada 19 persen itu terkontaminasi ideologi radikal,” ujarnya.

Menurutnya kalau penyelenggara negara birokrasi sipil dan militer sudah terkontaminasi ideologi lain, kata dia mau dibawa kemana Negara ini?

Untuk itu MPR bersama dengan pemerintah terus berupaya mensosialisasikankepada masyarakat bahwa ideologi Pancasila sangat penting bagi sebuah Negara.

Sementara itu, Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa menagaatakan sangat mengapresiasi dilaksanakannya sosialisasi empat pilar kebangsaan oleh MPR.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan agar masyarakat khusunya di kabupaten Landak semakin memahami semua pilar kebangsaan yang dianut.

“Pemerintah daerah mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini karena sangat penting untuk dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara Republik Indonesia,” ujarnya.