Moeldoko Minta FPI Akui Saja Ideologi Pancasila



81 Views

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menegaskan bahwa pemerintah menutup pintu dialog dengan Front Pembela Islam (FPI) terkait upaya FPI mengembangkan ideologi lain dalam AD/ARTnya.

Moeldoko menilai tidak ada yang perlu didiskusikan dengan FPI.

“Dialog? Ikuti aturan mainnya, selesai semuanya. Apalagi yang perlu dialog?” kata Moeldoko di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019).

Menurutnya, permasalahan FPI akan selesai jika ormas yang yang di Pimpin Habib Rizieq Syihab itu mendeklarasikan Pancasila sebagai ideologi.

“Ya saya pikir itulah, jangan mengembangkan ideologi lain, sudah itu prinsipnya. Dengan tegas FPI, ‘oke ideologi saya Pancasila’, selesai. ‘Perilaku-perilaku Pancasila’, selesai, kan gitu. Apalagi yang perlu didialogan? Nggak ada yang didialogan,” jelas dia.

Sebelumnya proses perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) FPI di Kemendagri hingga saat ini belum selesai. Satu hal yang jadi permasalahan yakni tentang AD/ART FPI yang menyinggung soal khilafah.

Terkait perpanjangan SKT FPI, Kemendagri menyatakan tak ada masalah politis. Kemendagri menyatakan prosedur serupa dilakukan bila ada ormas lain yang hendak mengurus atau memperpanjang SKT.

Menanggapi hal itu Moeldoko menyatakan FPI harus mengubahnya. Jika sudah diubah, Moeldoko memastikan tak ada lagi persoalan yang menerpa FPI.

“Iya lah, nggak ada khilafah-khilafah itu,” tegasnya.

“Ya harus ubah, kalau nggak ubah… Nah baru berdialog kalau mau mengubah. Kalau nggak mau mengubah apa yang perlu didialogkan. Jadi intinya tidak perlu dialog, tapi FPI mengubah, dengan sendirinya sudah selesai persoalannya,” ucapnya.

Moeldoko menegaskan bahwa FPI harus menaati aturan yaitu taat pada ideologi Pancasila dan perilaku FPI juga harus mencerminkan Pancasila.