Menguak Pemecah Mega-Surya, Gerindra dan Parpol Lain Ikut Bermain



932 Views

Politik belakangan ini memang sedikit runyam kalau tidak teliti benar elit pun bakal menjadi korban perpecahan.

Sedikit jelas kalau kini Partai NasDem seolah menjadi target. Target Apa? NasDem yang sukses menjulang di Pileg, hal ini bisa jadi membuat ada pihak yang tak senang lalu mencari berbagai celah dan cara untuk menghantam NasDem.

Semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin menerpanya.

Sejatinya koalisi partai pendukung Jokowi sebelum dan sesudah Pilpres kita harapkan solid dan kompak.
Namun dibalik itu semua ada yang ingin mendulang untung di balik upaya menceraikan dan memecahkan koalisi Jokowi.

Kita lihat saja pernyataan Kapitra, politisi yang kini duduk di PDIP yang mendesak NasDem jadi oposisi lantaran dinamika politik yang dilakukan Nasdem karena tidak setuju Gerindra bergabung di koalisi.

Perlu diketahui ini bukan kebijakan PDIP, melainkan omong kosong Kapitra. Artinya ada kepentingan Kapitra yang berhubungan dengan Gerindra.

Sementara itu taktik lainnya datang dari Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade dengan terang menantang dan menghantam NasDem dengan menyebutnya kebakaran jenggot dan penumpang gelap.

Si botak Andre ini rupanya dengan licin ingin menjegal NasDem dan mau jadi penumpang gelap seandainya Jokowi menggandeng Gerindra.

Lalu Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago langsung melayangkan pernyataan menohok. Menurut Irma, Gerindra seharusnya malu karena kini ingin merapat dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Padahal, lanjut dia, dulu Gerindra berkeras menggaungkan ‘ganti presiden’.

“Yang perlu belajar malu itu tentu yang tidak mengakui presiden dan ngotot ganti presiden tapi malah ingin merapat. Andre mesti belajar malu dulu sebelum masuk Senayan, agar nanti bisa memilih diksi yang lebih elegan sebagai politisi,” ucapnya.

Berbagai serangan kini menghampiri NasDem. Partai pimpinan Surya Paloh ini diserang soal dijamunya Anies Baswedan. Bahkan Politisi PSI lantang berkoar dan bereaksi atas pertemuan tersebut.

Padahal dukungan Surya Paloh ke Anies hanya sebatas dukungan sebagai Gubernur tapi oleh para wartawan digiring ke dukungan sebagai Capres.

Ketiga hal ini menunjukkan bahwa memang ada pihak yang ingin mendulang untung dengan menyerang NasDem dan mencoba memisahkan NasDem dengan Jokowi ataupun dengan Mega.

Skenarionya, jika koalisi Jokowi mau menceraikan NasDem dan menggandeng Gerindra, Gerindra akan melancarkan aksi untuk memasukkan orang-orangnya ke dalam kursi menteri.