Mempolitisir Takziah, Prabowo Dimanana Nurani dan Empati Mu Saat SBY Berduka



1,412 Views

“Ini hari penuh ujian bagi saya. Ibu Ani jangan dikaitkan dengan politik. Please. Saya mohon, statement Pak Prabowo, Bu Ani pilih apa pilih apa, tidak tepat, tidak elok disampaikan.”

Begitulah pernyataan tegas Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat hatinya meronta mendengar pernyataan Capres nomor 02 Prabowo Subiatno yang menyinggung pilihan politik almarhumah Ani Yudhoyono di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6/2019).

“Tolong mengerti perasaan kami yang berduka. Ibu Ani yang baru saja berpulang. Beliau tidak ingin dikaitkan dengan politik apapun,” ujar SBY kembali memohon agar pernyataan Prabowo itu tidak di sebar luaskan.

Prabowo, saat bertakziah ke Ibu Ani Yudhoyono, tak sepenuhnya datang untuk berbela sungkawa. Prabowo seperti menghitung dulu untung dan ruginya bertakziah ke Rumah SBY. Pasalnya, dukungan SBY dan Partai Demokrat sedang dalam keadaan tak menentu alaias galau terhadap Prabowo.

Tampaknya Prabowo melihat keuntungan dari takziah itu, ia seolah mendapatkan kesempatan untuk menegaskan bahwa Almarhumah mendukungnya di Pilpres 2014 dan 2019, dengan harapan bahwa hal ini juga bisa menjadi sebuah sinyal yang harus ditangkap oleh SBY bahwa Ibu Ani saja mendukung dia, masa SBY tidak.

Namun upaya Prabowo tak juga mendapat perhatian dari SBY. KEtika itu SBY justru terlihat kesala dari bahasa tubuhnya, SBY tampak jelas ketidaksukaannya terhadap Prabawo. Bahkan SBY enggan untuk sekedar cipika-cipiki dengan Prabowo.

SBY pun seolah mempersilakan Prabowo pergi “Silahkan!” sambil tangannya menunjukkan arah jalan keluar, dan SBY tak beranjak sedikitpun dari tempat dia berdiri.

Cukup jelas, pernyataan Prabowo terkait pilihan politik alamarhumah dianggap tidak elok dan tak mengerti perasaan keluarga SBY yang sedang berduka.