Megawati: Memanfaatkan Isu SARA dalam Pemilu Merusak Prinsip Demokrasi



110 Views

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kepada setiap anggota dan para pendukungnya untuk tidak menggunakan berbagai cara untuk menang dalam pemilihaan kepala derah (Pilkada) maupun pemilihan Presiden 2019, terutama penggunaaan isu SARA.

Megawati mengungkapkan, bahwa memanfaatkan isu SARA dalam berkampanye jelas merusak tatanan demokrasi dan merugikan masyarakat itu sendiri. Sehingga tidak memberikan pelajaran yang baik bagi masyarakat sendiri.

“Memilih pemimpin itu untuk pemerintahan bukan untuk agama. Kalau di sini ada pak pendeta itu ada serahkan kepadanya. Tapi ini untuk pemerintahan, ya serahkan untuk pemerintahan,” tegasnya saat pidato deklarasi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Bali di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (11/11/17).

Menurut Megawati pemilihan tidak akan menjadi instrumen penyalur aspirasi masyarakat jika sentimen SARA terus dimainkan. Dan pada akhirnya hasilnya pun akan diragukan.

Megawati mengakui bahwa dirinya sudah mendengarkan aspirasi rakyat saat memilih calon pemimpin. Namun, hal itu tak ada gunanya lantaran bayak isu SARA.

“Terbayangkan tidak kalau pemimpin yang akhirnya mencari kemenangan dengan cara yang tidak positif untuk menang. Pertanyaan saya apa lima tahun bisa memimpin dengan baik, bisa memproyeksikan tata kelola pemerintahan dengan baik,” katanya.

“Saya biar kalah tetap tidak apa yang penting tetap hal-hal postitf saya lakukan,” tambah dia.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelengara serta pengawas pemilu agar melaksanakan tugasnya dengan baik serta bertindak adil jika ada calon kepala daerah yang menggunakan isu SARA saat kampanye.