Masyarakat Harus Mewaspadai Skenario Kelompok Separatis Papua

Masyarakat Harus Mewaspadai Skenario Kelompok Separatis Papua

515 Views

Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa pekan lalu cukup menyita perhatian publik. Keadaan yang semula aman dan damai, tiba-tiba gempar akibat kerusuhan yang berujung tindakan anarkis.

Kericuhan di Wamena pecah dan menelan korban jiwa. Kerusuhan tersebut diduga kuat dilakukan oleh kelompok separatis yang selalu menginginkan masyarakat untuk terus bertikai.

Kini Wamena berangsur kondusif dan pihak keamanan terus berkomitmen menangkap pelaku kerusuhan.

Namun dibalik itu semua patut diwaspdai bahwa ada skenario kelompok separatis Papua.

Warga Wamena menduga jika pelaku rusuh tersebut berasal dari luar wilayah. Hal itu diungkapkan oleh pengungsi yang sempat diselamatkan warga lainnya dan disembunyikan di dalam rumah.

Dirinya curiga jika pelaku kerusuhan itu bukanlah orang asli Wamena. Dikarenakan banyak diantaranya yang menakai seragam sekolah, tapi terlihat kekecilan di badan mereka. Selain itu, wajah mereka dipenuhi brewok atau berjanggut lebat.

Ia pun menyangkal jika pelaku adalah anak sekolah, karena mana mungkin siswa memiliki penampilan berjengggot. Pasalnya ia telah hampir mendiami wilayah Wamena 20 tahun silam.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya. Ia mengaku telah diselamatkan juga oleh tetangga, sehingga dirinya juga anak dan istri yang tengah hamil bisa selamat. Ia mengaku jika kontrakan rumahnya telah habis dibakar massa.

Pengakuan warga itu dibenarkan Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda mengatakan para perusuh diduga berasal dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Mereka menyusup dengan menggunakan seragam SMA ke kelompok pelajar PGRI. Mereka membakar sejumlah bangunan, termasuk kantor bupati di Wamena hingga mengakibatkan ribuan warga harus mengungsi dan perekonomian menjadi lumpuh.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto mengatakan ada instruksi tokoh separatis Papua, Benny Wenda, di balik kericuhan di Wamena, Papua. Benny menginstrusikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk menyerang masyarakat pendatang di Wamena.

Untuk itu masyarakat harus mewaspadai skenario kelompok separatis Papua dalam menciptakan kerusuhan agar membuat masyarakat terus bertikai.

Sementara itu Mayor Jenderal Herman Asaribab selaku Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih, mengajak masyarakat lebih bijak dalam menerima serta menyikapi insiden dan hoax yang terjadi di tanah Papua.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar mempercayakan kasus yang tengah melanda Papua kepada pemerintah.

Putra asli Papua itu turut berharap kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan serta kesatuan Bangsa Indonesia.

Sementara untuk proses evakuasi pengungsi memang harus sesuai prosedur. Mengingat muatan pesawat guna mengangkut korban hanya diketahui oleh pihak aparat penerbangan. Sehingga, percayakan semuanya kepada aparat yang berwenang.

Kelompok separatis selalu menginginkan kerusuhan, namun seharusnya, para perusuh yang juga sama-sama hidup di bumi Cendrawasih saling menjaga kerukunan, keamanan serta menciptakan situasi kondusif, bukannya malah membuat kekisruhan, menyebarkan hoax sana-sini yang disertai aksi anarkisme dan brutal.

Untuk itu diharapkan agar aparat keamanan segera menangkap oknum-oknum perusuh yang mengancam dan meresahkan warga. Sehingga seluruh masyarakat akan hidup dalam damai seperti sedia kala dalam bingkai Pancasila dan demi NKRI.