Massa dari Luar Daerah Diduga sebagai Provokator



957 Views

Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono dan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal bahwa aksi yang sebelumnya berada di depan Bawaslu telah berakhir pada pukul 21:30 WIB dengan lancar dan damai, namun pada sekitar pukul 22:00 terdapat sejumlah massa yang muncul melakukan provokasi dan perlawanan terhadap aparat menggunakan beberapa perlengkapan salah satunya menggunakan bom Molotov. Sesuai SOP, petugas kemudian menghalau sesuai mekanisme yang ada hingga menuju ke Tanah Abang.

Massa kemudian menyerang asrama Brimob di Petamburan menggunakan batu meringsek masuk sambil membakar kendaraan yang di parkir di depan Brimob. Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait adanya isu korban penembakan di tempat tersebut, termasuk mendalami kemungkinan bahwa peristiwan tersebut bukanalah secara spontan namun by Design.

Sementara Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo bahwa pihaknya hingga kini masih menyelidiki perihal adanya isu korban penembakan yang melibatkan aparat. Sejak awal aparat keamanan tidak dilengkapi dengan peluru tajam. Sehingga bisa dipastikan jika terjadi penembakan di wilayah aksi bukan datang dari personel keamanan TNI dan Polri. Ia juga mewanti-wanti adanya oknum tertentu yang menungganggi aksi tersebut. Adanya isu yang muncul berbarengan bahwa polisi masuk ke masjid di Petamburan mengejar peserta aksi adalah tidak benar, hal tersebut merupakan upaya untuk mendiskreditkan aparat.

Untuk itu imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial sebelum melakukan kroscek dan tabbayun, karena beberapa pihak sedang berusaha untuk memprovokasi masyarakat diluar agar dampak dari aksi semakin meluas. Sejak awal isu adanya senjata dan seruan Jihad selalu dihembuskan oleh pihak 02, sehingga jika terjadi hal yang inkondusif seperti ini harusnya ada tanggapan dari pihak 02 untuk turut serta menenangkan massa aksi. Bukan malah cuci tangan di saat situasi sudah mulai inkondusif.