Lemahnya Anies Baswedan yang Tak Serius Mengawasi Revitalisasi Trotoar

Lemahnya Anies Baswedan yang Tak Serius Mengawasi Revitalisasi Trotoar

40 Views

Peristiwa jatuhnya mobil Xenia di Kawasan D.I Panjaitan pada Senin lalu ke dalam lubang galian proyek PLN sebagai bagian dari perbaikan jaringan utilitas merupakan puncak gunung es dari lemahnya koordinasi pengawasan oleh Pemprov DKI Jakrta terhadap para kontraktor pelaksana.

Dari pantauan Ombudsman Jakarta Raya, sepanjang arah Cawang, Kampung Melayu, Otista dan Casablanca, ditemukan beberapa proyek memang memasang seng pembatas tapi tanpa informasi proyek yang jelas.

“Hamparan material proyek berada di jalan dan trotoar hingga menutup akses pejalan kaki dan pengguna jalan raya,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, Kamis (28/11) dilansir antara.

Sebelumnya, banyak warga yang mengeluhkan buruknya pengawasan terhadap para kontraktor yang menggarap proyek tersebut.

Ombudsman lantas meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan jajarannya serius mengawasi pengerjaan revitalisasi trotoar.

Menurut Teguh, ketentuan terkait standar pelaksanaan kegiatan pembangunan di Jakarta sebetulnya sudah cukup komprehensif, ini termuat dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 72 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pengawasan dan Pelaksanaan Kegiatan Membangun di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota.

Dia menjelaskan, Pasal 8 diterangkan bahwa lokasi proyek harus dipagar setinggi minimal 2,5 meter dengan memperhatikan keamanan, keindahan, dan keserasian lingkungan serta tidak melampaui GSJ dan terbuat dari bahan sementara yang harus dibongkar setelah pelaksanaan kegiatan membangun selesai.

“Jika kontraktor PLN di Jalan DI Panjaitan diawasi dengan baik oleh pihak Pemprov DKI, seharusnya peristiwa jatuhnya mobil ke dalam lubang proyek tidak harus terjadi karena ada pembatas seng yang memadai,” tegasnya.

Ini membuktikan, bahwa Anies Baswedan tidak bisa bekerja, dan cuma bisa beretorika dengan berkata-kata manis.