Kubu Prabowo-Sandi Main Cara Kotor di Bogor



549 Views

Panik. Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Kota Bogor, Riyanti Suryawan, mengunggah video lama berisi pembagian sembako oleh Presiden Joko Widodo. Riyanti pun diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor.
Kepanikan kubu 02 makin nampak akhir-akhir ini. Penyebab kepanikan diduga kuat karena sebagian besar lembaga survei terpercaya melansir lebarnya selisih antara Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Subianto. Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting, misalnya, Jokowi-Ma’ruf dipilih 54,9 persen responden. Sementara pasangan 02, Prabowo-Sandiaga, hanya meraih 32,1 persen.
Dengan selisih 23 persen, kelompok yang belum menentukan pilihan sebanyak 13 persen tidak akan memengaruhi hasil tersebut. Hampir dapat dipastikan, Pilpres 2019 adalah milik pasangan Jokowi-Ma’ruf.
Dalam upaya mengejar ketertinggalan itulah, berbagai cara-cara kotor kerap dilakukan kubu 02. Riyanti di Bogor, misalnya, mengunggah pembagian sembako oleh Jokowi melalui media sosial Facebook pribadinya. Menurut koordinator Divisi Sengketa Pemilu Bawaslu Kota Bogor, Sasongko Putra, tim investigasi telah dibentuk untuk mencari informasi video tersebut. Hasilnya, sambung Sasongko, video yang diunggah Riyanti adalah video lama. Sasongko menyebut, video Jokowi bagi-bagi sembako di Kota Bogor itu terjadi pada 2016. Tentu saja, status Jokowi adalah presiden RI, bukan capres dalam Pemilu 2019.
“Itu yang melaporkan dari Ketua Bawaslu Provinsi. Selanjutnya, kami dari Bawaslu Kota Bogor melakukan penelusuran. Setelah itu kami akhirnya melakukan gugus tugas investigasi pencarian informasi. Hasilnya ternyata video tersebut adalah video lama,” jelas Sasongko, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/3/3019).
Dirinya melanjutkan, atas hasil investigasi itu, pihaknya menggelar rapat pleno untuk menentukan Riyanti melakukan pelanggaran penyebaran video hoaks atau tidak. “Nanti kami terangkan dalam bentuk pleno. Saksi IT sementara belum ada, baru pemanggilan saksi. Tenggat waktu biasanya 7 hari,” katanya.
Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Kota Bogor Riyanti Suryawan membenarkan pemeriksaan tersebut. “Saya ditanya perihal dari mana saya mendapatkan video itu. Untuk jumlah pertanyaan, saya enggak hafal, tapi poinnya seputar video yang saya unggah di Facebook,” tutur Riyanti, Sabtu.
Riyanti menjelaskan, dirinya tidak bermaksud apa-apa soal video yang dia unggah itu. Ia menuturkan, dua hari sebelumnya video tersebut sudah viral di Facebook dan juga di grup WhatsApp. “Saya mendapatkan video itu juga dari WA grup, lalu saya share di FB. Saya tidak ada maksud apa-apa,” pungkas Riyanti.